18 Pasangan Tak Resmi Diamankan Satpol PP

17
18 pasangan tidak resmi di amankan satpol pp,(eky/katakota.com)

Tangerang, Katakota.com — JN salahseorang mantan ketua RT diamankan petugas satuan polisi pamong praja lantaran kedapatan sedang berduaan dengan perempuan yang bukan istrinya di sebuah kamar hotel Rabu (18/7).

Saat diamankan, lelaki paruh baya tersebut tidak mengakui perbuatan mesumnya, namun setelah petugas menggeledah kamar hotel tersebut didapati sebuah kondom bekas pakai, JN tak lagi dapat mengelak.

JN yang terus berubah ubah dalam memberikan keterangan tersebut sempat mengaku pasangan selingkuhnya tersebut adalah istri yang dinikahi secara sirih

“ini istri saya pak, dirumah banyak cucu sedangkan kontrakan saya cuma satu kamar,”kilahnya.

Namun petugas tidak percaya begitu saja keterangan dari JN dan meminta surat yang menyatakan keduanya telah menikah barulah JN mengaku kalau pasangannya tersebut adalah selingkuhannya.

“iya pak, kita belum menikah tapi sebentar lagi kita akan melasungkan pernikahan,”kata JN sambil tertunduk malu.

Bukan hanya JN, dalam operasi rutin tersebut petugas yang menamakan dirinya alap – alap tersebut juga berhasil mengamankan 17 pasangan yang diduga sedang berbuat mesum.

“ada 18 pasang yang kita amankan pada operasi kali ini, dan semuanya tidak bisa menunjukan surat nikahnya,”Kata Kepala Bidang Ketertiban Umum, Satpol PP Kota Tangerang, Gufron Falfeli kepada wartawan.

Ia menuturkan, ke delapan belas pasangan yang terjaring operasi razia tersebut untuk selanjutnya diamankan di markas komando satpolPP kota tangerang untuk diberikan pembinaan.

“kita berikan mereka yang terjaring pembinaan akan perda no 8 yang melarang segala bentuk kegiatan prostitusi dikota tangerang,”jelasnya.

menurutnya Pembinaan tersebut diharapkan dapat memberikan efek jera kepada seluruh pasangan yang kedapatan melakukan kegiatan protitusi di kota berjuluk ahlakul karimah.

“mereka diminta untuk membuat surat pernyataan yang ditandatangani diatas materai yang isinya tidak akan mengulangi perbuatan mesumnya tersebut, dan pernyataan tersebut harus diketahui oleh ketua RT/RW di tempat mereka tinggal,”jelasnya.

Ia mengaku akan terus melakukan serangkaian kegiatan penertiban agar segala bentuk prostitusi dikota tangerang tidak lagi mendapat ruang gerak yang leluasa.

“Kota Tangerang bukan tempat untuk berbuat mesum, silahkan kalau mau mesum ditempat lain asalkan jangan dikota tangerang, kita akan terus melakukan operasi dan monitoring untuk mempersempit ruang gerak segala bentuk prostitusi dan mesum,”jelasnya.

Penulis : Roy
Editor. : Eky
Uploader : Cecep R.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.