Alam Sutera Miliki NJOP Tertinggi di Kota Tangsel

3497
lebaran

Tangsel,Katakota.com-Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) Di Kota Tangsel tertinggi diraih kawasan Alam Sutera. Dengan harga pasar tanah permeter mencapai sekitar Rp 20 juta.

Kasi Pelayanan Pajak Daerah, pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tangsel, Anung Indra Kumar menjelaskan, ada titik kawasan NJOP cukup tinggi mencapai Rp 6,8 juta. Kawasan ini ada di wilayah Alam Sutra salah satu kawasan elit yang ada di Tangsel.

“Di Tangsel NJOP tidak sama rata, tergantung wilayahnya, misalnya saja NJOP tertinggi ada di wilayah Alam Sutra. paling tinggi dibanding dengan daerah yang lain,” katanya.

Harga pasar tanah per meter pun di kawasan ini terbilang cukup tinggi mencapai angka Rp 20 hingga 25 meter. NJOP pasti tidak akan sama dengan harga pasar, dan harga pasar berlaku pagi masyarakat yang sering jual beli tanah.

“Harga pasar pasti lebih tinggi dari NJOP. Yang kerap menaikkan harga adalah masyarakat itu sendiri melihat letak dan sebagainya,” tambahnya.

NJOP di wilayah Alam Sutra berbeda dengan NJOP dengan kawasan BSD, misalnya hanya hanya dikisaran Rp 5 juta dengan harga tanah per meter di bandrol sekitar Rp 10 juta. harga ini harga pasar biasanya masyarakat bisa mematok atau memperkirakan tingginya harga jual.

“Setelah Alam Sutra yang tertinggi ada diurutan berikutnya adalah kawasan BSD karena memang kawasan pengembang perumahan maka cukup tinggi,” tukasnya.

Adapun yang paling terrendah NJOP di kawasan Tangsel adalah Kecamatan Setu, berkisar pada angka Rp 300 ribu dengan harga tanah per meter biasanya berkisar Rp 1 juta. tentu mengapa di kawasan Setu jauh lebih murah disebabkan jauh dari pengembang rumah-rumah mewah sehingga harganya tidak terlalu tinggi.

“Jadi ada yang tinggi ada juga yang rendah yakni di Kecamatan Setu demikian juga dengan harga tanah di kawasan sana tidak begitu mahal jika dibanding dengan kawasan BSD dan Alam Sutra,” tukasnya.

Sementara untuk kawasan Bintaro Pondok Aren NJOP hampir mirip dengan kawasan BSD pada angka 5 juta, NJOP dengan harga tanah per meter biasanya diangka Rp 10 juta. Kawasan Bintaro salah satu kawasan pengembang besar dengan akses jalan mudah menjadi pusat perniagaan.

Sedangkan untuk wilayah lain, seperti Kecamatan Ciputat, Ciputat Timur dan Pamulang memiliki kesamaan dengan besaran NJOP Rp 3 juta dengan harga tanah per meter mencapai kisaran Rp 10 jutaan. “Ketiga wilayah ini memiliki karakteristik yang sama,” tambahnya.

Kepala Bidang Pendapatan Pajak Daerah 1, Badan Pendapatan Daerah Kota Tangsel, Indri Sari Yuniandri mengatakan, ketentuan maksimal 3 tahun, NJOP naik. Menurutnya faktor NJOP naik biasanya selain adanya pengembang juga harga tanah yang terus meroket naik sehingga perlu dinaikkan NJOP nya.

“Ada kenaikan NJOP tapi dilakukan per tiga tahun sekali. Yang mempengarhui NJOP adanya harga tanah di satu titik itu tinggi makanya kami naikkan dan faktor yang paling menentukan adalah adanya pengembangan perumahan,” tandasnya.(Adit)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.