Aplikasi kompak Sumringah pantau kesehatan lansia

64
Dinas Kesehatan memiliki aplikasi Kompak Sumringah atau Komitmen cegah penyakit tak menular semua mandiri bugar dan bahagia. Inovasi ini merupakan terobosan dalam pemantauan kesehatan usia produktif dan lanjut usia.
Kasie kesehatan keluarga pada Dinkes Kota Tangerang, Sisca Rusmawati mengatakan, aplikasi merupakan kolaborasi antara seksi kesehatan keluarga dan Penyakit Tidak Menular (PTM) dan kesehatan Jiwa (Keswa).
Tujuannya dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan keluarga, terpantaunya kesehatan usia produktif, dan lansia di wilayah kerja Puskemas Kota Tangerang, kemudian terindentifikasinya lansia usia produktif dan lansia tresiko tinggi oleh petugas kesehatan serta menurunnya prevalensi penyakit tidak menular.
Adapun alurĀ  kegiatan dalam aplikasi Kompak Sumringah yakni pertama pemantauan lansia dan para lansia oleh tenaga kesehatan melalui aplikasi, telepon dan datang ke Puskesmas, Kedua kunjungan rumah yakni pemantauan dan pelayanan secara individu bagi usia produktif dan lansia resiko tinggi atau dengan keterbatasan melalui program Cageur Jasa, kemudian ketiga rujukan terencana atau rujukan resiko tinggi ke FKRTL (Ambulance gratis), keempat update data, hasil pemantauan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan diinput dalam aplikasi Kompak Sumringah, terakhir data monitoring yakni data pemantauan dan skrining kesehatan terisi lengkap.
Aplikasi Kompak Sumringah disosialisasikan penanggung jawab Penyakit Tidak Menular (PTM) Kesehatan jiwa (Keswa) dan Lanjut Usia (Lansia) di seluruh Puskesmas Kota Tangerang dimulai pada 3 Agustus 2020 dan terbagi dalam 8 angkatan.
Dikatakan Sisca Rusmawati, workshop diadakan dalam rangka mensosialisasikan penggunaan aplikasi kompak sumringah untuk memantau dan skrining mandiri bagi masyarakat dan pendataan penyakit tidak menular.
Melalui aplikasi kompak sumringah maka dapat memenuhi ketersediaan data dan informasi di bidang kesehatan sebagai dasar perencanaan dan kebijakan.
“Serta menindaklanjuti permasalahan kesehatan lansia dan usia produktif baik sebagai upaya perseorangan maupun kesehatan masyarakat,” tuturnya.(Adit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.