Bakteri Berbahaya Kembali Ancam SDA Indonesia

16
Bakteri berbahaya kembali ancam indonesia,(Qy Katakota.com)

Tangerang, Katakota.com, –Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta kembali temukan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) Golongan A1 pada komoditas pertanian yang masuk melalui bandara Soekarno Hatta. OPTK Gol. A1 adalah bakteri tumbuhan berbahaya yang belum pernah ditemukan di Indonesia dan tidak dapat dibebaskan dengan cara perlakuan.

Bakteri tersebut adalah _Pseudomonas Firidiflava_ yang terbawa oleh media pembawa bibit sawi putih asal Korea Selatan. Dan _Tobacco Streak Virus (TSV)_ yang terbawa oleh media pembawa biji kedelai asal Canada. Dua jenis bakteri ini belum pernah ditemukan di wilayah Indonesia dan jika tersebar pada tanaman inang dapat merusak produksi tanaman tersebut.

Bakteri berbahaya kembali ancam indonesia,(Qy Katakota.com)

Media Pembawa 300 kg bibit sawi putih di impor oleh PT East West Seed, salah satu importir yang telah memiliki Instalasi Karantina Tumbuhan. Sementara 1 kg biji kedelai diimpor oleh PT Exindo Karsa Agung.

Sebenarnya kedua jenis media pembawa ini telah disiapkan Sertifikat Phytosanitary dari negara asal oleh para importir namun sesuai SOP, karantina Soekarno Hatta tetap wajib melakukan tindakan pemeriksaan karantina terhadap media pembawa tersebut.

Dan ternyata terbukti hasil dari pemeriksaan laboratorium, positif ditemukan OPTK Gol.A1 _Pseudomonas Viridiflava_ dan _Tobacco Streak Virus (TSV)_ pada media pembawa tersebut.

”Meskipun media pembawa tersebut telah disertifikasi oleh negara asal, tapi kami tidak boleh lengah, atau percaya begitu saja, tanpa melakukan uji laboratorium” ujar Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta, Eliza Suryati Roesli disela-sela pemusnahan.

“Seperti saat ini, andai kami tidak lakukan pemeriksaan lab, karena merasa sudah ada phytosanitary maka bisa dibayangkan bagaimana dampaknya, bakteri berbahaya yang belum ada di Indonesia dapat merugikan produksi pertanian petani kita. Sungguh Fatal bukan” tegasnya.

Secara ekonomis Eliza menerangkan bahwa 300 kg bibit sawi putih ini dapat ditanam untuk 600 ha lahan dengan produktivitas 60 ton/ha. Jadi Karantina Soekarno Hatta dapat menyelamatkan 36.000 ton sawi hasil petani Indonesia. Atau sekitar 252 milyar jika kita pakai patokan harga sawi dipasar 7.000/kg (data perdagangan Komoditas Pertanian per 6 Maret 2018).

Bakteri berbahaya kembali ancam indonesia,(Qy Katakota.com)

Terlebih lagi jika bibit sawi putih ini diperuntukkan menjadi indukan tanaman. Berapa akumulasi kerugian yang harus ditanggung petani Kita, jelasnya.

Eliza juga mengatakan bahwa sudah menjadi SOP Badan Karantina Pertanian untuk melakukan pemeriksaan terhadap semua komoditas pertanian baik tumbuhan dan hewan beserta produk turunannya yang masuk ke wilayah Indonesia. Hal ini dilakukan dalam rangka mencegah masuk dan tersebarnya Hama Penyakit Hewan Karantina dan Organisasi Pengganggu Tumbuhan Karantina (HPHK dan OPTK) ke wilayah Indonesia.

Pada pemusnahan kali ini turut dimusnahkan 401,15 kg media pembawa HPHK dan 7,2 kg Media Pembawa OPTK yang masuk secara illegal Dan tidak dilengkapi dokumen karantina, periode penahanan Januari s/d Februari 2018. Pemusnahan dilakukan dengan menggunakan incenerator dan disaksikan oleh para pemilik barang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.