Cerita Minah di Kampung KB, Door To Door Ajak Warga Ikut KB

4
Minah penggerak Kampung KB di Kelurahan Gandasari Kecamatan Jatiuwung /did

Kampung KB di RW 06 Kelurahan Gandasari Kecamatan Jatiuwung meraih juara 1 lomba kampung tematik kategori Pratama tingkat Kota tahun 2020.

Dibalik prestasi tersebut terdapat peran seorang ibu rumah tangga yang menggerakan para ibu untuk mengikuti program Keluarga Berencana.

Dia adalah Minah, warga RT 04 RW 06 ini mensukseskan kampung tematik KB dengan sosialisasi dari pintu ke pintu. Setiap rumah yang didatangi diajak untuk mengikuti KB.

Menurutnya, kampung tematik diwilayahnya dinamakan Kampung KB dikarenakan rendahnya partisipasi masyarakat mengikuti program KB.

“Salah satu indikatornya banyak warga yang memiliki anak dengan jarak dekat, hal ini berdampak kepada perekonomian hingga pendidikan anak,” ujarnya.

Oleh karenanya, kondisi ini dijadikan sebagai ikon pembentukan kampung tematik yang menjadi program dari Pemkot Tangerang.

“Seiring masifnya sosialisasi penggunaan KB, serta kesadaran bersama warga, yang sebelumnya tak ikut sekarang sudah menjadi peserta KB dengan berbagai jenis seperti IUD, implan, dan lainnya, ” ujar dia.

Upaya Minah dalam pembentukan kampung tematik KB tak hanya mengajak warga mengikuti program keluarga berencana namun juga menggerakan perekonomian melalui Kelompok Wanita Tani (KWT).

KWT Gemas Implan atau Gemar Menanam Sayuran Inovasi Menanam Padi Budidaya Ikan merupakan kegiatan rutin warga khususnya para ibu rumah tangga di kampung KB.

Pemanfaatan lahan milik swasta seluas 2 hektar itu ditanami sebanyak 60 jenis tanaman sayur dan obat-obatan keluarga. Uniknya warga juga menanam padi dan dilengkapi budidaya ikan.

Minah menjelaskan, hasil panen dijual ke masyarakat kemudian hasilnya dikelola untuk menanam kembali dan kebutuhan lainnya.

“Hasil panen diutamakan untuk memenuhi kebutuhan sayur mayur warga sekitar, lalu dijual ke warga luar kampung KB, misalkan kemangi sudah ada pelaku usaha yang siap membeli hasil panen,” papar dia.

Selanjutnya, tak hanya bercocok tanam, warga juga memanfaatkan hasil panen untuk diolah menjadi berbagai jenis makanan dan minuman.

“Disini buat keripik pisang, pare juga minuman kembang Teleng,” kata dia.

Sebelum membentuk kampung KB, Minah bersama warga RW 09 telah mengikuti program Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dijalankan oleh Pemkot Tangerang.

PHBS menjadi awal dimulainya penataan lingkungan di permukiman yang berdekatan dengan kawasan industri ini.

Upaya Minah didukung oleh warga dan aparatur wilayah dalam penerapan PHBS.

Semangat perubahan yang ingin dirasakan oleh warga terus dijaga sampai ke beberapa penilaian seperti KB kesehatan, Lomba Bersih dan Sehat (LBS), dan Posyandu.

Minah menceritakan saat tim penilai mendatangi lokasi sempat meragukan kondisi kampung KB terutama kebun KWT.

Namun warga meyakinkan dengan beberapa waktu kemudian kampung KB sudah berubah dan layak mengikuti penilaian.

“Kampung KB memborong penghargaan tingkat provinsi Banten yakni juara 1 PHBS, LBS dan KB Kes serta juara 2 Posyandu, dan akan diikutsertakan untuk tingkat nasional,” ujar dia.(Adit)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.