Cerita Rizky Fauzi menjadi relawan di PMI Kota Tangerang

22
Rizky Fauzi Ketua Korps Sukarela PMI Kota Tangerang/ist

Rizky Fauzi Ketua Korps Sukarela (KSR) PMI Kota Tangerang menceritakan pengalamannya selama 9 tahun bergabung menjadi relawan PMI.

Berawal dari keikutsertaanya di Palang Merah Remaja (PMR) saat duduk dibangku SMP kemudian dilanjutkan di bangku SMA hingga menjadi relawan di PMI Kota Tangerang.

“Banyak ilmu yang didapat selama menjadi relawan yakni pengetahuan Palang Merah baik Indonesia maupun Internasional, pertolongan pertama, manajemen tanggap darurat bencana, perawatan keluarga, manajemen organisasi dan administrasi keuangan, dan surat-menyurat,” papar dia.

Selain keilmuan Rizky juga banyak memperoleh pengalaman yang memperkuat mentalitasnya, salah satunya saat bertugas dalam evakuasi banjir di Kota Tangerang beberapa waktu lalu.

“Kita udah ngasih bantuan makanan ke korban banjir, tapi di tolak serta menghina jenis makanan yang diberikan, lalu setelah nolongin korban banjir, terus kebingungan pulangnya lewat mana, karena beberapa titik ga bisa dilalui oleh kendaraan,” katanya.

KSR PMI Kota Tangerang/IST

Meski demikian, Rizky mengaku perasaannya sangat senang ketika mengevakuasi korban banjir ke perahu, dan warganya menerima pertolongan dengan baik.

“Dihargai begitu saja kita sudah seneng banget,” ujar Rizky yang pernah terjun dalam evakuasi bencana tsunami selat sunda beberapa waktu lalu.

Dikatakan Rizky, masyarakat Kota Tangerang dapat bergabung menjadi anggota relawan di PMI. Syarat paling utama memiliki niat dan ketulusan dalam membantu orang lain.

Saat ini jumlah relawan PMI yang aktif berjumlah 63 orang yang berasal dari berbagai latar belakang profesi. Mereka siap siaga ketika dibutuhkan untuk membantu masyarakat yang terkena bencana.

“Siapapun dapat menjadi relawan,  saat ini relawan PMI berasal ada dari mahasiswa, ada pekerja, ada freelancer, yang siap siaga saat panggilan untuk membantu masyarakat,” katanya.

Rizky menjelaskan syarat untuk menjadi relawan yakni rentang usia 18-33 tahun, sehat jasmani dan rohani, berdomisili dan beraktivitads di Kota Tangerang, berkelakuan baik serta tidak terlibat organisasi terlarang, kemudian atas kesadaran sendiridan sukarela menjadi anggota relawan.

“Lalu bersedia mengikuti rangkaian pelatihan anggota baru,” ujarnya.

Saat ini relawan turut serta dalam upaya pencegahan Covid-19 dengan melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi keramaian.

PMI Kota Tangerang saat melakukan evakuasi dalam bencana banjir/ist
Rizky menambahkan, setiap tanggal 17 September diperingati sebagai Hari Palang Merah Indonesia. PMI selama ini dikenal oleh masyarakat identik dengan donor darah padahal banyak kegiatan lainnya yang dilakukan untuk mengedukasi masyarakat terkait kebencanaan.

“PMI berupaya agar masyarakat mengenal PMI tak sekedar lembaga untuk melakukan donor darah,”

“Contohnya jika terjadi bencana seperti banjir PMI ikut turun tangan, ada kebakaran PMI hadir, ada kecelakaan PMI siap bantu, di berbagai kegiatan PMI mensiagakan personel dan ambulan,”  ujarnya.

PMI Kota Tangerang hadir dalam penanganan pemadaman kebakaran/ist

Terlebih kondisi pandemi Covid-19 saat ini turut melakukan upaya pencegahan seperti penyemprotan disinfektan di wilayah Kota Tangerang, sosialisasi pencegahan Covid-19 dan PHBS ke masyarakat serta penyediaan fasliitas untuk cuci tangan di beberapa titik tempat keramaian yakni Masjid, Pasar.

“Kami juga aktif melakukan sosialisasi edukasi pertolongan pertama di masyarakat kemudian juga dokter cilik di sekolah-sekolah,” ungkapnya.(Adit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.