Dua Jembatan Baru, Solusi Kemacetan di Jalan Daan Mogot

2
Atasi Kemacetan Daan Mogot Dan Sekitarnya, Pemkot Bangun 2 Jembatan Mookervart/ist

Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang telah melakukan 2 pembangunan jembatan untuk mengurai kemacetan antara lain Jembatan Mookervaart I dan II yang keduanya berada di Jalan Daan Mogot.

Wali Kota Tangerang H. Arief R. Wismansyah tinjau langsung Jembatan Mokevart I dan II guna bahas rekayasa lalu lintas dalam menyelesaikan masalah kemacetan yang cenderung meningkat di Ruas Jalan Daan Mogot yang merupakan ruas jalan nasional.

“Ada 2 buah jembatan baru yang dibangun, memotong Kali Mookervaart dan menghubungkan Jalan Daan Mogot dan Jalan Lio Baru,” terang Arief saat di Lokasi Jembatan Mokevart bersama Kepala Dinas Perhubungan dan Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Selasa (4/1/21).

“Hal ini merupakan ikhtiar Pemkot Tangerang dalam mencari solusi untuk permasalahan kemacetan yang kerap terjadi, terlebih di Jalan Pembangunan dari arah bandara yang ingin ke Jalan Daan Mogot, macet panjang biasanya kalau sore,” tambahnya

Lebih lanjut, Arief juga mengungkapkan bahwa Jembatan yang dibangun sudah rampung dikerjakan akan tetapi baru akan dibuka jika rekayasa lalu lintas di wilayah Daan Mogot dan Jalan Lio Baru sudah final.

“Jembatannya sudah selesai, tinggal menunggu final rekayasa lalu lintasnya, termasuk lokasi lalu lintas menuju Toll JORR 2, semoga bisa segera kita lakukan rekayasa lalu lintas agar kemacetan bisa segera teratasi,” ungkap Arief

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang Decky Priambodo menjelaskan pembangunan Jembatan Mookervaart I memiliki panjang 30 meter dan lebar 20 meter dan Jembatan Mookervaart II memiliki Panjang 40 meter dan lebar 20 meter dengan menyediakan 2 lajur lalu lintas.

“Kami mohon dukungan dan do’a seluruh masyarakat sehingga program yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Kota Tangerang dapat terlaksana dengan baik dan segera dimanfaatkan. Mohon maaf jika dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan ini menimbulkan ketidaknyamanan dan mengganggu aktivitas warga,”pungkasnya.(ds/rs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.