Dukung B20, Sinar Mas Land Gelar Seminar Nasional Transisi ke Energi Bersih

11

The Business 20 (B20) merupakan outreach group dari G20 yang mewakili komunitas bisnis internasional untuk berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkelanjutan, dan seimbang. Perubahan iklim menjadi salah satu isu dalam pembahasan di forum tersebut. Penanganan perubahan iklim pun menjadi lebih sering dibicarakan seperti transisi energi untuk menuju penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.

Dalam rangka mendukung kegiatan B20, Sinar Mas Land menyelenggarakan seminar nasional secara hybrid bertema Energy, Sustainability, & Climate (ESC) Task Force: Transisi ke Energi Bersih untuk Mobilitas Menuju Net Zero Emission (NZE) pada Jumat (20/5) di Q Big, BSD City. Sebanyak lebih dari 150 peserta mengikuti seminar bergengsi ini yang terdiri dari pemerintah, badan usaha, masyarakat sipil, dan asosiasi di bidang energi turut meramaikan acara tersebut.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) – M. Arsjad Rasjid P. M.menjelaskan, Indonesia bertekad mendukung inisiatif untuk memerangi perubahan iklim global dengan mencapai target emisi nol bersih pada tahun 2060 atau lebih cepat.

Indonesia kaya akan energi baru & terbarukan (EBT) seperti energi surya, pembangkit listrik tenaga air, panas bumi, dan angin, yang dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan target net zero emisi. Namun kendala terbesar yang sering dihadapi yaitu pendanaan dan teknologi. Kerja sama dan kemitraan antar publik dan swasta dapat menjadi kunci dalam menghadapi kedua tantangan.

“Pemberian insentif seperti pajak & tarif juga penting untuk mengakselerasi pemberdayaan EBT di Indonesia; dengan membuat EBT kompetitif dibandingkan dengan energi fosil dan membentuk pasar yang menarik bagi investor.” kata dia.

B20 Chair dan WKU Koordinator KADIN Indonesia Bidang Maritim, Investasi, dan Internasional – Shinta Widjaja Kamdani mengungkapkan, transisi energi bukanlah proses yang sederhana dan singkat, tetapi harus dilakukan secara berkeadilan dan teratur. Dalam hal ini, G20 perlu bertindak sebagai penggerak yang memberikan dukungan penuh terhadap proses transisi tersebut dengan mempercepat transisi penggunaan energi dari energi fosil ke energi terbarukan, memastikan transisi yang berkeadilan dan terjangkau bagi negara berkembang, dan meningkatkan ketahanan energi. “Dukungan untuk peningkatan akses, keterjangkauan dan penggunaan teknologi energi terbarukan bukan hanya diperlukan oleh perusahaan besar, tetapi juga oleh rumah tangga dan UMKM.” ujarnya.

Deputy Chair Energy Sustainability and Climate (ESC) Task Force B20 – Agung Wicaksono mengatakan,elektrifikasi, pembangkitan berbasis energi terbarukan, dan efisiensi energi adalah pilar utama transisi energi, dan investasi dalam teknologi dan sektor terkait transisi energi pun semakin meningkat. “Salah satu pilar teknologi yang kami yakini akan berperan besar dalam transisi energi adalah Kendaraan Listrik sebagai transportasi rendah emisi,” ungkapnya.

Group CEO Sinar Mas Land – Michael Widjaja mengatakan, Sinar Mas Land dan BSD City merasa bangga dan terhormat menjadi tuan rumah dalam acara ini. Isu yang dibahas dalam forum B20 selaras dengan visi Sinar Mas Land dalam membangun kehidupan yang lebih hijau, bersih, dan berkelanjutan.” Sinar Mas Land juga berupaya untuk menghadirkan lingkungan hidup yang sustainable dan menjadi pionir cityscape yang berkelanjutan dari hulu ke hilir mulai dari taman-taman kota, streetscape hingga gedung-gedung perkantoran, produk residensial dan komersial untuk menghadirkan lingkungan yang nyaman untuk masyarakat.” katanya

Kegiatan seminar nasional ini bersamaan dengan peresmian uji coba Kendaraan Listrik Tanpa Awak pertama di Indonesia.

Kehadiran inovasi ini merupakan salah satu langkah konkret Sinar MasLand dalam mewujudkan kota cerdas yang berkelanjutan di BSD City.(dit/rs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.