HIMPSI Banten Gelar Diskusi Kompetensi Psikolog di UPJ

20
lebaran

Tangsel,Katakota.com- Kunci kemajuan adalah SDM yang kompeten. Sertifikasi kompetensi – baik melalui portofolio, wawancara sampai unjuk kerja – merupakan salah satu cara membuktikan seseorang benar-benar mampu di bidang tertentu. Sementara pendidikan dan pelatihan meningkatkan kapasitas serta pengalaman mengasah keterampilan dan kepekaan, uji kompetensi menjadi pembuktian bahwa kompetensi yang dimiliki sesuai standar yang ditetapkan dunia profesi, termasuk di antaranya profesi psikologi.

Program Studi Psikologi Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) bekerjasama dengan Himpunan Psikologi Indonesia wilayah Banten (HIMPSI Banten) menyelenggarakan diskusi dengan narasumber Dr. Ayu Dwi Nindyati, Psikolog mewakili Lembaga Sertifikasi Profesi Psikologi (LSP PSI) pada Sabtu (18/5). Diskusi dihadiri sekitar 30 orang akademisi dan praktisi yang berkiprah di Banten dan berkontribusi pada pengembangan SDM di wilayah ini.

Suasana diskusi kompetensi yg diadakan oleh Himpsi Banten di UPJ Bintaro Jaya (dit/katakota)

 

Didukung 5 asosiasi profesi dan 16 instansi, LSP PSI mengeluarkan 7 skema yang mencakup sejumlah unit kompetensi. Akademisi maupun praktisi Sarjana Psikologi maupun Psikolog yang berminat mengisi aplikasi dan melengkapi portofolio rekam jejak sesuai skema yang dipilih. LSP PSI kemudian mengidentifikasi asesor yang nanti menyiapkan Materi Uji Kompetensi (MUK) untuk diujikan di Tempat Uji Kompetensi (TUK) secara tatap muka guna menghasilkan status kompeten atau tidak.

Ketua HIMPSI Banten Mulyanto memandang perkembangan ini sebagai sarana para anggota untuk unjuk kemampuan.

“Sertifikasi kompetensi merupakan salah satu cara masyarakat mendapatkan kepastian terkait kualitas layanan psikologi,” ujarnya.

Kepala Program Studi Psikologi UPJ Gita Soerjoatmodjo, mengamini dengan menyatakan, “Kurikulum PSI UPJ pun kini diarahkan mengacu pada unit kompetensi LSP PSI.”

Ke depan, LSP PSI direncanakan melakukan edukasi masyarakat. Sosialisasi tersebut antara lain menjelaskan perbedaan kewenangan Sarjana Psikologi dan Psikolog dari jalur Profesi terkait kewenangan interpretasi hasil tes psikologi serta perbedaan antara Sertifikasi Kompetensi dengan Peminatan dalam pendidikan Profesi.

Mengingat keluasan wilayah dan kemajemukan demografi, Banten butuh SDM kompeten agar optimal mendorong kemajuan di wilayah ini. Akademisi dan praktisi yang mumpuni di bidang Psikologi berkontribusi pada upaya bersama menghasilkan SDM kompeten tersebut.(dit/RIS)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.