Ini kata DPRD soal denda pelanggar PSBB kota tangerang

7
Rapat Paripurna DPRD Kota Tangerang/ist

Anggota DPRD Kota Tangerang Edi Suhendi menyebut pemberlakuan berbagai sanksi denda administrasi bagi pelanggar PSBB harus ditegakkan secara tegas, Upaya ini guna mendisiplinkan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

“Sanksi denda ditegakkan dengan tegas,” ujar politisi PKS ini.

Dikatakannya, sanksi denda administrasi ini berdasarkan Perwal No 29/2020, No 70/2020, dan No 78/2020, untuk pelanggar yang tidak mengenakan masker dan menjaga jarak didenda Rp50 ribu.

Kemudian kegiatan hiburan dan rekreasi yang melanggar ketentuan PSBB didenda Rp5 juta, kegiatan rumah makan didenda Rp300 ribu, perhotelan didenda Rp5 juta, kegiatan sosial dan budaya didenda Rp5 juta.

Dana sanksi denda itu dibayarkan melalui Bank Jabar Banten untuk dijadikan kas daerah. Selain tegas, Edi juga meminta para petugas yang menegakkan operasi aman bersama tidak melakukan pungutan liar dalan menerapkan sanksi denda administrasi ini.

“Petugas harus benar-benar menindak tanpa pungli, “ kata ketua Bapemperda ini.

Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah mengatakan, untuk  lebih menekan angka penularan Covid-19, Pemkot Tangerang mulai menerapkan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan Covid-19.

“Mulai hari ini (kamis/red) kita terapkan denda. Nanti mekanismenya Satpol PP didampingi tiga pilar TNI-Polri, kalau ada yang melanggar akan didenda,” tukas Wali Kota.

Sebagai informasi, dalam Perwal No. 70 dan 78 Tahun 2020, disebutkan pembayaran denda bagi pelanggar protokol kesehatan diwajibkan membayar langsung kepada bank dengan menggunakan form pembayaran yang telah disediakan. Sehingga denda yang dibayarkan akan masuk ke kas daerah dan tidak ada pembayaran denda di lokasi penertiban. (adit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.