Kota Seribu Industri Minim Mediator

3
Kota Seribu Industri Minim mediator,(eky/katakota.com)
lebaran

Tangerang, Katakota.com – Sebagai kota yang di kenal dengan sebutan kota seribu industri, iklim ketenagakerjaan yang kondusif sangat ingin dijaga dengan baik oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang. Disini dibutuhkan peran seorang mediator agar mampu melakukan pembinaan dan menyelesaikan perselisihan yang kerap terjadi antara serikat pekerja dengan manajemen perusahaan.

“Di Disnaker kota Tangerang hanya ada tiga orang mediator. Kita hampir setiap hari melakukan mediasi disini,” jelas Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jamsostek Sri Suprapti saat dijumpai di kantornya belum lama ini.

Disinggung soal jumlah yang cukup minim tersebut, pihaknya mengakui bahwa jumlahnya masih kurang karena memang dibutuhkan kemampuan tersendiri. “Disini untuk menjadi mediator diharuskan mengikuti diklat tersendiri selama dua bulan, namun ilmu saja gak bisa juga, harus diimbangi jam terbang,” ungkapnya.

Ia berharap jumlah mediator nantinya bisa bertambah karena harus bisa mengimbangi jumlah industry yang ada di Kota Tangerang, apalagi diketahui sejumlah mediator akan memasuki masa pensiun dalam beberapa waktu kedepan.

“Untuk jumlah minimal mediator lima belas orang, meski itu belum cukup, itu angka minimal saja,” ujarnya.

Sebagai informasi, Pemkot Tangerang telah menyediakan ruang untuk bertanya jawab terkait hubungan industrial melalui aplikasi LIVE. Disitu setiap pertanyaan yang masuk akan di jawab langsung oleh Disnaker, dengan tujuan agar bisa meminimalisir munculnya perselisihan.

Mediator harus mengupayakan agar terjadi kesepakatan di antara pihak yang bertikai. Dalam hal penyelesaian melalui mediasi tidak mencapai kesepakatan, maka salah satu pihak dapat mengajukan gugatan kepada Pengadilan Hubungan Industrial. Hal ini diatur dalam Pasal 5 UU PPHI (Penyelesaian Perselesihan Hubungan Industrial).

Selain itu, Mediator pada dasarnya wajib menyelesaikan tugasnya dalam waktu selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kerja terhitung sejak menerima pelimpahan penyelesaian perselisihan kepadanya.

Penulis : Roy Maulana

Editor : Eky

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.