Pemkot Tangsel Gandeng Lintas Agama, Untuk Wujudkan Smart City

8
Pemkot Tangsel Gandeng Lintas Agama, Untuk Wujudkan Smart City,(adit/katakota.com)

Tangsel, Katakota.com– Kota Tangsel pastikan seluruh lapisan masyarakat dari berbagai elemen bisa berpartisipasi dalam mewujudkan Smart City. Salah satunya di bidang kerukunan agama. Terutama untuk menjaga kepentingan sesamanya.

Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie menjelaskan jika smart city bukan lagi kewajiban, melainkan kebutuhan. Termasuk dalam proses perpendekan siklus pelayanan. Bersama dengan Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany, Benyamin memastikan seluruh aspek yang memiliki kepentingan sudah dilakukan pendekatan untuk mewujudkan kota cerdas atau smart city.

“Apalagi, tugas kami adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat dan publik,” ujar Benyamin dalam Dialog Tokoh Lintas Agama dengan Pokok Bahasan Smart City ditinjau dari kerukunan beragama, kemarin.

Tujuan penerapan smart city adalah, memastikan komunikasi secara berkala dengan masyarakat. Melalui smart city, kita berusaha memberikan pelayanan yang maksimal. Terumata untuk memperbaiki paradigme pemerintahan yang lama.

Namun, kata Benyamin yang terpenting dari smart city adalah, bagaimana teknologi berkembang, komunikasi berjalan sampai dengan kualitas pelayanan bisa semakin maju, sementara beriringan dengan penetapan pancasila sebagai dasar dari pemerintahan. “gotong royong, musyawarah, silatirahmi itu nilai bermasyarakatan kita. Sehingga perbedaan itu bukan lagi halangan,” ujar Benyamin.

Karena itu, dia berharap dengan forum diskusi antar agama ini terbangun sebuah hubungan baik. Dimana bisa saling bahu membahu untuk mewujudkan kota yang lebih baik lagi di masa depa. Cerdas dengan teknologi namun tetap menghargai perbedaan yang ada.

Sementara Asisten Daerah Satu, Rahmat Salam menjelaskan proses pencegahan atas gesekan yang terjadi di kalangan umat beragama terus dilakukan. Dengan cara forum seperti itu. Mengahdirkan tokoh-tokoh agama. Memastikan jika ada hubungan yang terbangun dari mereka.

“Semua warga memiliki kewajiban yang sama. Menjaga kerukunan. Darimanapun asalnya, menjaga kedamaian adalah tugas utama,” kata dia.

Sementara forum tersebut menghadirkan beberapa tokoh agama. Dengan materi yang disampaikan berupa proses pencegahan konflik di kalangan masyarakat. Terutama menjelang pilkada serentak tahun depan. (Dit/RIS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.