Perjalanan Ketapel Dari Permainan Tradisional Menjadi Cabang Olahraga

43
Perkatin /foto ist
Katakota.com- Permainan tradisional ketapel yang dahulunya sering dimainkan semasa kecil di kebun untuk menembak buah-buahan kini telah resmi menjadi cabang olahraga yang disahkan oleh KORMI dan Portina. Pengesahan tersebut diketahui oleh Kemenpora RI.
Persatuan Ketapel Tradisional Indonesia (Perkatin) yang  bermarkas di Ciledug Kota Tangerang menjadi penggagas yang berhasil mendorong ketapel menjadi cabang olahraga di Indonesia
Supriadi (40) Ketua Persatuan Ketapel Tradisional Indonesia (Perkatin) mengatakan, ketapel resmi menjadi cabang olahraga pada 18 Agustus 2020 lalu.
Diresmikannya ketapel menjadi cabang olahraga menambah semangat Supriadi dan pegiat ketapel untuk melestarikan warisan budaya ini. Terlebih pegiat ketapel banyak berasal dari kawasan Tangerang Raya dan Jabodetabek.
Supriadi menceritakan awal berdirinya Perkatin hingga diresmikannya ketapel menjadi cabor. “Berawal dari kumpul-kumpul diskusi dengan rekan-rekan di sanggar silat kemudian muncul ide untuk mengadakan lomba permainan tradisional,” ujar pria yang biasa disapa Pitung Hood ini.
Dengan persiapan yang singkat, lomba ketapel pertama di Indonesia berhasil digelar di lapangan Galapuri Ciledug dengan diikuti 87 peserta berasal dari Jabodetabek dan Bandung.
“Acara berlangsung lancar dan menjadi sejarah, bersama rekan-rekan pegiat ketapel hari dilaksanakannya kompetisi yakni 24 Februari 2019 dijadikan tanggal berdirinya Perkatin,”ungkapnya.
Supriadi mengungkapkan, hingga saat ini Perkatin sebagai induk olahraga ketapel di Indonesia telah memiliki 50 Klub yang tersebar di 12 Provinsi se Indonesia. Mayoritas anggota klub juga diisi oleh generasi muda.
“Perkatin rutin menggelar kompetisi setiap setahun sekali dan family gathering anggota, lalu ada juga latihan bersama antar klub, even kompetisi juga sering diadakan oleh klub,” ujar warga Peninggilan Ciledug ini.
Ia mengatakan, ketapel juga sudah merambah ke generasi muda, hal ini dibuktikan dengan banyaknya peserta yang berasal dari kelompok usia remaja dan anak-anak. “Contohnya anak saya sendiri M.Khair Farghani yang sudah sering meraih juara lomba ketapel,” katanya.
Supriadi berharap, semakin banyaknya klub dan even Perkatin akan semakin melestarikan Ketapel sebagai olahraga tradisional sekaligus warisan budaya.
“Ketapel ini memiliki manfaat yang baik untuk anak-anak yaitu  melatih fokus dan konsentrasi melatih kekuatan dan ketepatan,” katanya.
Selain itu keberadaan olahraga ketapel juga menggerakan perekonomian dengan banyaknya pelaku UKM pembuat ketapel.
“Saat ini semakin banyak pembuat ketapel dan memiliki peluang bisnis yang bagus karena pemasaran bisa ke seluruh Indonesia,” ungkapnya.(Adit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.