Puluhan Ribu Warga Tionghoa Rayakan Imlek di Jakarta

6
Puluhan Ribu Warga Tionghoa Rayakan Imlek di Jakarta,(mad sutisna/katakota.com)
lebaran

Jakarta, Katakota.com – Sedikitnya 20 ribu warga  dari 40  perkumpulan warga Tionghoa  yang tergabung dengan Perkumpulan Tionghoa Kalbar Indonesia  (PTK Indonesia) asal Kalimantan Barat se-Indonesia  membanjiri acara Imlek Nasional yang digelar di JIEXPO, Kemayoran, Selasa (12/2/2019).

Meski untuk pertama kalinya warga Tionghoa asal Kalbar menggelar Imlek Nasional, namun begitu disamput atusias oleh warga yang ada diperantauan.

Ketua Panitia Imlek Nasional Tjhai Leonadri mengatakan,  Imlek  ini pertama kali PTK Indonesia membikinnacara dengan 40 lebih perkumpulan menjadi satu.

“Perayaan Imlek tahun 2019 ini membawa pesan yakni tema Empat Pilar,  Kebangsaan, UUD 45, Pancasila, dalam kekeluargaan yang kompak,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, anggota DPR RI Darmadi Durianto mengatakan, bahwa kegiatan Imlek yang digelar oleh PTK Indonesia tidak berbau politik.

“Kegiatan ini tidak ada beraroma politik. Semuanya parpol ada disini, Ya Gerindra, PDI Perjuangan, Golkar, NasDem dan Hanura serta partai lainnya ada,” katanya.

Ketua Presidum  PTK Indonesia Ir. Rudi Halam menegaskan kembali bahwa Imlek yang digelar tidak ada kaitan dengan politik praktis.

“Kita bentuk  PTK Indonesia tidak ikut dalam politik. Jadi,  ini murni kerinduanku kami khusus untuk Kalbar. PTK Indonesia  punya ciri khusus dimana perantauan banyak sekali di Jakarta dan berbagai kota,” tegasnya.

Rudi mengatakan, PTK Indonesia juga menggundang para pejabat DKI maupun Nasional. “Yang hadir pertama dari wakil pemerintah Menteri Perhubungan Budi Karya. Kita undang Pak Anies Baswedan, Kapolda dan Pangdam kita undang. Selain itu juga  ketua DPD RI Oesman  Sapta Odang. Juga tokoh-tokoh  Kalbar, kita juga Gubernur Kalbar dan wali kota,” ucapnya.

Rudi menjelaskan, pluralitas kita sebagai bangsa justru PTK Indonesia  ingin membuat acara ini untuk berbagai kalangan. “Suku Tianghoa tidak hanya Budha, Kristen, Muslim juga ada. Kita ingin keberagaman jadi seperti itu. Dari salah satu ketua pembina kita juga Islam tidak ada perbedaan,” katanya. (Mad sutisna).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.