Ratusan Peneliti Mancanegara Ikuti CUSME 2020

63
UPJ Mengadakan konferensi internasional CUSME 2020 di Bali/Ist

Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) Bintaro Jaya, Tangerang Selatan melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), melaksanakan  2020 International Conference on Urban Sustainability, Management and Engineering atau CUSME 2020.

Berlangsung selama dua hari dari tanggal 20 – 21 Januari,  yang bertempat di Prima Plaza Hotel, Sanur- Bali. CUSME 2020 menghadirkan kolaborasi antara UPJ dengan Naresuan University Thailand, UiTM Perak, Malaysia, dan Universitas Udayana, Bali.

Konferensi internasional ini mengundang peneliti dari berbagai disiplin ilmu yang mengambil fokus pada Urban Life and Technology dengan menghadirkan 5 narasumber utama dari latar belakang Teknik Sipil, Teknologi Informasi, Perubahan Iklim, Properti, dan Pariwisata.

Tujuan utama penyelenggaraan CUSME 2020 adalah untuk menjadi wadah bagi para peneliti untuk saling bertukar informasi berkaitan dengan Urban Development, Lifestyles serta menjadi wadah yang dapat digunakan untuk kegiatan diseminasi berbagai penelitian terbaik dalam lingkup Urban Studies.

“Konferensi dengan tema ‘Urban Life and Technology’ ini berfungsi sebagai wadah bagi akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk mempresentasikan temuan mereka saat ini dan melakukan diskusi tentang kemajuan terkini dalam menangani berbagai masalah yang dihadapi oleh fenomena perkotaan, perubahan iklim, kegiatan buatan manusia, dan kemauan politik yang dijalankan oleh pihak berwenang bersama dengan peran utama ilmuwan untuk berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan perkotaan serta memberikan peluang untuk kolaborasi penelitian lebih lanjut,” ujar Ketua Pelaksana CUSME 2020, Wayan Suparta, Ph.D.

Meskipun baru pertama kali diselenggarakan namun CUSME 2020 mendapatkan apresiasi yang sangat baik dengan hadirnya peserta sejumlah 120 peneliti yang datang dari 8 negara di Eropa dan Asia yakni; Afrika, Jerman, Spanyol, Jepang, Korea, Malaysia, Thailand dan juga peneliti yang berasal dari Timor Leste. Sementara jumlah presentasi yang berhasil diakomodasi ada lebih dari 87 presentasi.

“Melalui konferensi ini, menjadi harapan terbesar kami bahwa kita semua terinspirasi untuk terus berjuang dan meningkatkan kapasitas diri dalam perjalanan menjawab tantangan revolusi industri 4.0 dan megatren 2030,” tutupnya.(riz/did)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.