RunForiver 2018 Terbanyak dalam Sejarah

23
RunForiver 2018 Terbanyak dalam Sejarah,(adit/katakota.com)

Depok, Katakota.com– Untuk kelima kalinya, Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) menggelar RunForiver Mapala UI Half Marathon. Acara yang merupakan kampanye program peduli lingkungan berjudul “River Adoption” ini dihelat pada Minggu, 7 Oktober 2018.

Dengan total peserta mencapai 1.909 pelari yang terbagi dalam tiga kategori yakni Student, Open dan Master, event tahun ini tercatat sebagai RunForiver dengan peserta terbanyak dalam sejarah. Sementara tahun sebelumnya, jumlah peserta hanya mencapai 1.194 pelari.

Meski tahun ini tetap dilaksanakan di dalam kawasan UI Depok, namun yang berbeda dari RunForiver sebelumnya adalah pengurangan kategori 10K Road, sehingga pilihan kategori lomba hanya 5K Road, 10K Trail, dan 21K Road, Dengan adanya kategori 10K Trail, menjadikan RunForiver sebagai satu-satunya lomba trail run di sekitar Ibukota.

“Para pelari 5K dan 21K berlari sepanjang jalan lingkungan UI sehingga cocok untuk dilakukan bersama keluarga. Sedangkan jalur bagi peserta 10K Trail jauh lebih menantang. Peserta 10K Trail harus melewati hutan kota UI yang berbatu dan tidak rata,” jelas Aisha Nadhira, Ketua Pelaksana Runforiver 2018.

Mengenai kondisi jalur lari. Para pelari yang mampu mencapai garis finish di bawah waktu yang ditentukan panitia, diapresiasi dengan finisher medals sebagai “RiverAdopter” karena telah berpartisipasi dalam kampanye peduli sungai ini. Tak lupa, para pelari juga mendapatkan refreshment berupa buah pisang, air mineral Aqua dan Coco9. RunForiver sejak pertama kali dihelat memang merupakan ajang untuk meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya menjaga sungai. Terutama Sungai Ciliwung, sungai yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat Jakarta, Depok, dan Bogor.

“Sejak pertama kali diselenggarakan, RunForiver telah berhasil mewujudkan penanaman 900 pohon di hulu Sungai Ciliwung, donasi 900 buku untuk Saung Pustaka Air Komunitas Peduli Ciliwung, pembuatan biopori di bantaran Sungai Ciliwung, serta pembuatan crowdsourcing website riveradoption.com,” terang Nisya, Staf Humas Mapala UI. Website riveradoption.com sendiri merupakan kanal yang menghimpun massa serta dana untuk program-program revitalisasi dan pembangunan Ciliwung serta daerah sekitarnya.

“Sebagai mahasiswa dan juga sebagai pencinta alam, riveradoption.com merupakan cara yang kami pilih untuk melakukan aksi peduli lingkungan, khususnya sungai. Dengan memanfaatkan teknologi digital, upaya revitalisasi sungai akan lebih efektif dan dapat disebarkan secara lebih luas dan cepat,” ujar Ketua Umum Mapala UI, Muhammad Jazmi.

Sementara Pembina Mapala UI, Erry Riyana menambahkan, RunForiver merupakan kegiatan yang positif untuk UI dan juga masyarakat sekitar.

“Niat melakukan aksi untuk Ciliwung ini sangat mulia. Semoga UI, terutama Mapala UI, dapat berkontribusi lebih jauh untuk memurnikan Ciliwung, yang sesungguhnya merupakan sumber kehidupan masyarakat dari Bogor sampai Jakarta,” harapnya.

RunForiver tahun ini juga melakukan terobosan lain dengan mengundang guest star Sir Garnida & His Beatlefellow untuk memeriahkan acara di mainvenue. Selain itu, food truck dan bazaar komunitas seperti tahun sebelumnya juga tetap hadir dalam acara.  RunForiver 2018 disponsori oleh perusahaan-perusahaan terkemuka di tanah air, seperti PT Siloam International Hospitals Tbk, PT Cargill Indonesia, PT Timah Persero Tbk, PT Sompo Insurance Indonesia, PT PALYJA, PT Bank Negara Indonesia (BNI), PT Pembangunan JAYA, PT Indonesia Asahan Aluminium Perserp (Inalum), PT Mahanusa Capital, PT Medco Daya Abadi Lestari, PT Adaro Energy Tbk, serta Adventurer Shop Indonesia.(dit)

BAGIKAN

1 KOMENTAR

  1. Sponsornya perusahaan besar dan keren (BNI, Timah, Adaro dlsb) tapi setelah menerima Medali Finisher (tidak melebihi Cut Off Time yang ditetapkan panitia), banyak Finisher yang tidak kebagian PISANG meskipun minumnya banyak sisa. Apakah lagi sulit dapat pisang atau panitia salah berhitung/membagi?
    Udaranya sangat segar karena oksigen yang cukup banyak sebagai hasil dari ribuan pohon yang ditanam di sekeliling kampus Universitas Indonesia.
    Tapi, lintasan 21 km (Half Marathon HM), cukup menyakitkan telapak kaki karena lapisan aspalt yang sudah habis sehingga peserta seperti berlari di atas pecahan batu (split) yang runcing. UI belum sempat aspalt ulang atau memang tidak pernah dilihat oleh pimpinan sehingga jalan kurang terawat?
    Jarak juga tidak standard yaitu 21 Km, faktanya 22.15 Km sebagaimana saya dapat konfirmasi jawaban dari peserta lain yang menggunakan jam Garmin ataupun mereka lainnya maupun Handphone.

  2. selamat menunaikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.