STISNU Nusantara Tangerang manfaatkan E-Voting dalam pemilihan presiden mahasiswa 

30
STISNU melaksanakan pemilihan presiden mahasiswa beberapa waktu lalu/ist

STISNU Nusantara Tangerang menjadi instansi yang pertama kali memanfaatkan sistem E-Voting dalam kegiatan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa pada Februari 2021 lalu.

 

Perwakilan mahasiswa STISNU Ervin Suryono mengungkapkan, penggunaan E-Voting dalam rangka inovasi penyelenggaraan pemilihan yang lebih segar dan menarik, apalagi mengingat teknologi yang semakin canggih, maka perlu kiranya digitalisasi dalam proses pemilihan.

 

“Kalau biasanya penyelenggaraan pemilu mahasiswa menggunakan kertas, tapi menggunakan e-voting kita bisa lebih irit kertas dan meminimalisir sampahnya ,” ujar dia.

 

Kemudian lanjut Ervin menggunakan e-voting lebih terpercaya, sebab sudah tersistem secara komputerisasi, sehingga tidak bisa diotak atik, apalagi penggelembungan suara, karna jumlah suara pemilih dan berita acara secara otomatis langsung keluar setelah pemilihan selesai.

 

“Jika ada yang tidak percaya dengan hasil, ada juga hasil print manualnya. print manualnya kertas kecil seperti struk belanja dan itu bisa dihitung secara manual,” paparnya.

 

Ervin berharap e-voting ini bisa lebih dapat di sosialisasikan dan digunakan disetiap pemilihan apapun disetiap tingkatan kemudian Pemkot dapat membantu untuk mengembangakan sistem E-Voting agar lebih baik lagi, terlebih Kota Tangerang memiliki konsep smart city.

KPU Kota Tangerang memiliki sistem e-voting yang pertama di Provinsi Banten sejak akhir tahun 2019. Pemanfaatan teknologi ini dapat dipergunakan untuk berbagai kegiatan pemilihan di organisasi maupun kelompok masyarakat.

 

Komisioner KPU Kota Tangerang Qori Ayatullah mengatakan, e voting merupakan perangkat aplikasi digital yang di desain sedemikian rupa untuk memudahkan dalam proses pemilihan.

 

Adapun aplikasi tersebut memuat antara lain daftar pemilih yang dapat di sesuaikan dengan keperluan pemilihan.

 

“Misalnya digunakan untuk pemilihan ketua OSIS maka basis datanya adalah nomor induk siswa, selanjutnya pasangan calon, waktu pemilihan, presentasi hasil pemilihan, sampai berita acara hasil pemilihan nah itu yg ada dalam sistem E-voting,” ujar dia.

 

Qori menjelaskan, sistem kerja e-voting yaitu pada saat pemilihan, pemilih menunjukan identitas pemilih lalu akan diberikan nomor untuk dimasukkan di bilik e-voting, kemudian setelah masuk ke dalam bilik pemilih tinggal memilih calon yang akan dipilih.

 

“Kemudian akan keluar struk yang di sobek untuk dimasukan ke dalam kotak suara,” tuturnya.

 

Ketua KPU Kota Tangerang Ahmad Syailendra mengatakan, E-Voting dapat dipergunakan dalam setiap tingkatan pemilihan mulai dari ketua RT, komunitas sampai presiden mahasiswa.

 

Penggunaan E-Voting bermanfaat untuk memudahkan proses pemilihan sebab tak lagi menggunakan kertas. Perbedaan mendasar E-Voting dan konvensional yakni sebelum memilih cukup dengan finger lalu setelah itu memilihnya secara digital.

 

Saat ini KPU melalui Rumah Pintar Pemilu NYI Mas Melati telah memperkenalkan e-voting ke perguruan tinggi, sekolah, dan instansi.

 

“Kami memperkenalkan dan mengajak masyarakat dapat mempergunakan e-voting ini dalam proses pemilihan yang diselenggarakan,” ucapnya.(adit)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.