Studi: Orang Egois Cenderung Miliki Anak dan Uang Lebih Sedikit

1
Ilustrasi (Foto: Independent)

Katakota.com, -Setiap orang memang memiliki karakter kepribadian masing-masing. Kepribadian atau watak seseorang ini, sebagaimana sudah banyak diketahui memiliki keterkaitan dengan aspek lainnya di kehidupan.

Salah satunya di faktor keuangan dan keturunan. Ya, Anda tidak salah membaca kok! Sebab, hasil studi penelitian baru-baru ini menyebutkan bahwa orang dengan sifat yang egois cenderung memiliki anak lebih sedikit dan gaji lebih rendah daripada mereka yang tidak, seperti dikutip Okezone, Sabtu (20/10/2018).

Hasil di atas diketahui didapatkan dari studi yang digelar oleh para peneliti dari Universitas Stockholm dengan mengacukan konsep bahwa orang yang egois akan mengumpulkan lebih banyak uang karena cara berhemat yang dimiliki, disebutkan sebetulnya adalah omong kosong. Hal ini menjadi isapan jempol saja setelah menemukan bahwa orang yang terlibat dalam perilaku tanpa pamrih atau dengan kata lain tidak egois itu sebenarnya lebih mungkin untuk menerima pendapatan yang lebih tinggi dan memiliki keluarga yang lebih besar.

Lebih lanjut disebutkan, hasil studi yang dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology, dengan tajuk “Generosity pays: Selfish people have fewer children and earn less money” ini fokus pada keegoisan seseorang dari sudut pandang ekonomi dan evolusi. Di mana, hasilnya didasarkan pada analisis dari empat studi utama dari kurang lebih sejumlah 60 ribu orang Amerika dan Eropa, dengan cara mengukur keegoisan melalui sikap dan perilaku yang dilaporkan.

Bekerja sama dengan Institute for Futures Studies dan University of South Carolina, para peneliti di Stockholm University melihat bagaimana karakter keegoisan seseorang ini berkaitan dengan pendapatan dan kesuburan. Hasilnya? Ditemukan bahwa orang yang tidak egois cenderung memiliki tingkat kesuburan yang lebih tinggi dan penghasilan yang lebih tinggi daripada orang yang egois, meskipun pendapatan terbesar ditemukan di antara mereka, orang-orang yang tergolong tidak egois.

ilustrasi keuangan

Kimmo Eriksson, penulis studi dan peneliti di Center for Cultural Evolution di Stockholm menyebutkan, hasil data dari studi jelas menunjukkan bahwa orang-orang egois cenderung memiliki pendapatan lebih sedikit dan juga jumlah anak yang lebih sedikit pula.

“Hasilnya jelas dalam data orang-orang Amerika dan Eropa. Orang yang paling tidak egois memiliki anak yang paling banyak dan mereka yang tidak egois ini juga menerima gaji tertinggi, ” ungkap Kimmo Eriksson.

Sementara itu, diungkapkan lebih lanjut sebenarnya studi ini sendiri bukan pertama kalinya penelitian perihal adanya hubungan di antara kekayaan dan keegoisan. Pasalnya, pada tahun lalu, sebuah studi yang digelar oleh University of California disebutkan menemukan hasil bahwa orang-orang dengan pendapatan rendah cenderung menemukan kebahagiaan pada orang lain, melalui perasaan cinta dan kasih sayang. Sementara orang kaya, berpendapatan lebih tinggi menemukan kebahagiaan mereka dalam sifat yang lebih melibatkan diri, seperti kebanggaan atas diri sendiri.

Sumber : Okezone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.