Sudah Saatnya Jasa Pengiriman Makanan via Ojek Online Diawasi Dinas Kesehatan

6
Ilustrasi

Katakota.com — Di zaman modern seperti saat ini, gaya hidup kaum urban pun mulai mengalami pergeseran. Sebagian orang menginginkan semua pekerjaan menjadi serba praktis, termasuk dalam memenuhi kebutuhan pangan. Fenomena ojek online menjadi salah satu bukti nyata.

Selain menjadi moda transportasi alternatif, ojek online juga menawarkan jasa pengiriman makanan yang sukses menarik perhatian para konsumen. Terutama bagi mereka yang memiliki tingkat kesibukan tinggi seperti para pekerja kantoran.

Berbicara soal fenomena ojek online, sebetulnya ada satu hal menarik yang luput dari pehatian para konsumen. Apakah makanan yang disediakan oleh penyedia jasa tersebut aman untuk dikonsumsi?

Menurut Prof Nuri Andarwulan, Direktur Seafast dari IPB, aturan keamanan dan standar transportasi di Indonesia itu masih jauh di bawah standar. Padahal, sistem transportasi merupakan salah satu elemen terpenting yang berperan besar dalam menjaga mutu dan kualitas produk.

“Para konsumen harus lebih teliti lagi ketika hendak memesan makanan melalui ojek online. Hingga saat ini, pemerintah belum menerapkan regulasi khusus atau memberikan pengawasan yang intensif terhadap penyedia jasa pengiriman makanan online ini,” tutur Nuri Andarwulan, dalam diskusi Food Safety: Don’t Let Good Food Go Bad bersama Nestle, di Jakarta Pusat, Rabu (20/12/2017).

Seperti diketahui, aplikasi ojek online memang menawarkan berbagai jenis makanan yang diolah langsung oleh sejumlah restoran ternama, hingga produk-produk rumah tangga yang dikelola secara individual. Melihat fakta tersebut, tentunya tidak ada yang mengetahui apakah tingkat kehigienisan, cara pengolahan, dan sistem pengirimannya sudah sesuai dengan aturan pemerintah.

“Isu ini sudah masuk ranah Pemda dan Dinas Kesehatan. Jadi harus ada lembaga khusus yang mengawasinya. Selain itu, individu yang memproduksi produk makanan juga harus memiliki izin dari Dinas Kesehatan, mengingat produk mereka dikonsumsi oleh orang banyak,” papar Nuri.

Kembali berbicara sistem transportasi makanan, Nuri menegaskan bahwa tidak semua jenis makanan layak untuk dikirimkan melalui jasa pengiriman online. Hal ini disebabkan oleh sejumlah faktor yang berkaitan langsung dengan keamanan makanan.

“Beberapa jenis makanan membutuhkan suhu tertentu agar kualitasnya terjaga. Sedangkan ojek online hanya mengandalkan kantung plastik yang disediakan pihak restoran. Coba bandingkan dengan restoran cepat saji yang sudah menerapkan good transportation practice. Contohnya seperti menyediakan tempat pendingin atau pemanas di kendaraan mereka,” imbuhnya.

 

 

Sumber :Okezone

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.