Kecamatan Benda menggelar “Benda Fair” pada tanggal 26 – 29 November 2025 yang ditarget dihadiri 2.000 pengunjung. Berbagai produk unggulan disajikan, termasuk hiburan kebudayaan lokal. Untuk transaksi, semuanya menggunakan QRIS sebagai bagian Implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).
Kegiatan yang dipusatkan di Kawasan Duta Garden tersebut juga menjadi ajang bagi UMKM lokal naik kelas karena ribuan warga dipastikan hadir setiap harinya. Tema “Kolaborasi UMKM dan Warisan Budaya Lokal” dipilih untuk meningkatkan daya tarik pengunjung. Pasalnya, seni budaya khas Benda turut ditampilkan di panggung seni, sehingga mendorong warga untuk datang dan berbelanja.

Camat Benda Saipul Ulum mengatakan Benda Fair juga menghadirkan berbagai layanan masyarakat. Sedangkan penggunaan QRIS menjadi langkah penting untuk memodernisasi transaksi para pelaku UMKM.
“Jadi kita dengan melaksanakan Benda Fair ini punya harapan bagaimana ke depan para pelaku usaha UMKM ini bisa naik kelas ya, bisa menampilkan produk-produk terbaiknya. Dan yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita menjaga daya beli masyarakat dan meningkatkan perekonomian masyarakat Kecamatan Benda,” kata Saipul.

Menurutnya, tema “Kolaborasi UMKM dan Warisan Budaya Lokal” dipilih untuk meningkatkan daya tarik pengunjung. Pasalnya, seni budaya khas Benda turut ditampilkan di panggung seni, sehingga mendorong warga untuk datang dan berbelanja.
“Dengan tampilan kesenian budaya yang ada di Benda, bisa memancing daya beli masyarakat terhadap produk-produk UMKM. Banyak fashion, kuliner, kerajinan tangan, dan lainnya,” tambahnya.
Saipul juga menyebut antusiasme warga membludak. “Perkiraan kami kurang lebih 2.000. Sepertinya sih lebih, karena kita melibatkan juga bazar dan komedi putar,” ujarnya.
Wali Kota Apresiasi, Dorong UMKM Gunakan QRIS
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, yang hadir membuka acara, mengapresiasi gelaran Benda Fair yang disebutnya semakin berkembang dari tahun ke tahun.
“Festival yang sudah kesekian kalinya sebenarnya. Tapi kegiatan ini kali ini kita lihat melibatkan semua pelaku UMKM, seni budaya, dan kegiatan lainnya. Keterlibatan masyarakat luar biasa, lain dari tahun-tahun kemarin,” kata Sachrudin.
Ia menegaskan, pemerintah terus mendorong pemanfaatan teknologi digital, termasuk penggunaan QRIS, agar UMKM semakin mudah bertransaksi dan dapat naik kelas.
“Ini salah satu upaya kita juga untuk mendorong masyarakat meningkatkan UMKM agar naik kelas, termasuk pemanfaatan sistem pembayaran menggunakan QRIS,” ujarnya.
Dengan kolaborasi seni budaya dan teknologi pembayaran digital, Benda Fair diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal Kecamatan Benda.**



























