Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Azul Tanjung mengapresiasi kinerja Kejaksaan Agung (Kejagung) yang berhasil menjadi lembaga penegak hukum paling dipercaya publik.
Menurutnya, tingkat kepercayaan tersebut merupakan buah dari keberanian Kejagung dalam menindak kasus-kasus megakorupsi dan mengembalikan kerugian negara dalam jumlah fantastis.
“Saya mengapresiasi kinerja Kejagung sehingga mereka bisa menjadi lembaga paling dipercaya publik dalam penegakan hukum,” kata Azul di Jakarta, Sabtu (8/11/2025).
Pernyataan Azul merespons hasil survei Indikator Politik Indonesia, yang menempatkan Kejagung sebagai lembaga penegak hukum paling dipercaya publik dengan tingkat kepercayaan mencapai 76 persen.
Sebagai perbandingan, tingkat kepercayaan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tercatat sebesar 70 persen (11 persen sangat percaya dan 59 persen cukup percaya), sedangkan Polri memperoleh 66 persen (11 persen sangat percaya dan 55 persen cukup percaya).
Menurut Azul, tingginya kepercayaan publik terhadap Kejagung tak lepas dari konsistensi lembaga itu dalam menangani kasus-kasus besar, termasuk pengembalian kerugian negara dari hasil korupsi.
“Misalnya pengembalian kerugian negara dalam kasus COP sebesar Rp13,25 triliun ke kas negara. Ini sangat diperhatikan masyarakat,” ujar Azul, yang juga dikenal sebagai tokoh Muhammadiyah.
Keberanian Kejagung Jadi Faktor Utama
Azul menilai publik menaruh simpati terhadap Kejagung karena menampilkan ketegasan dan keberanian dalam menindak pelaku korupsi kelas kakap.
“Masyarakat suka dengan ketegasan dan keberanian penegak hukum dalam memberantas korupsi. Siapapun penegak hukum yang berani melakukannya, maka masyarakat akan memberikan apresiasinya. Sekarang kan yang berani melakukan itu Kejagung. Jadi wajar kalau masyarakat percaya pada mereka,” katanya.
Beberapa kasus besar yang ditangani Kejagung dan mendapat sorotan publik antara lain kasus timah, Duta Palma, Jiwasraya, hingga impor minyak mentah.
Source: Liputan6.com






























