Yenny Wahid Luncurkan Maitra, Pastikan Perempuan Miliki Akses Menata Kehidupan

1

Wahid Foundation meluncurkan Maitra, sebuah inisiatif digital berbasis komunitas yang bertujuan memperluas akses pemberdayaan ekonomi dan sosial bagi perempuan akar rumput di seluruh Indonesia.

“Peluncuran ini merupakan kelanjutan dari perjalanan panjang Desa Damai dan Koperasi Cinta Damai Wahid (KCD Wahid), dua inisiatif yang menjadi landasan kuat gerakan perempuan dalam membangun perdamaian, solidaritas sosial, dan kemandirian ekonomi di tingkat komunitas,” ujar Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid, melalui keterangan tertulis, Senin (10/11/2025)

Dia menjelaskan, sejak 2013, Wahid Foundation menginisiasi gerakan Desa Damai, sebuah model pemberdayaan berbasis komunitas yang menempatkan perempuan sebagai penggerak utama perdamaian dan inklusi sosial.

Hingga kini, menurut Yenny, lebih dari 41 Desa Damai telah tumbuh di tujuh provinsi, menjangkau lebih dari 80.000 penduduk dan melibatkan ribuan perempuan serta pemuda sebagai agen perdamaian di tingkat lokal.

“Melalui inisiatif ini, ruang dialog antar warga terbuka, perempuan semakin aktif dalam pengambilan keputusan, dan solidaritas sosial menguat,” ucap dia.

“Dampak nyata juga terlihat dari sisi pembangunan desa, di mana mayoritas Desa Damai menunjukkan peningkatan signifikan dalam Indeks Desa Membangun (IDM), dari kategori tertinggal menuju berkembang dan mandiri,” sambun Yenny.

Menurut Yenny, dari perjalanan sosial tersebut, Wahid Foundation bersama komunitas perempuan kemudian membentuk Koperasi Cinta Damai Wahid (KCD Wahid) pada tahun 2017 sebagai wadah ekonomi kolektif yang memastikan perdamaian tidak berhenti pada dialog, tetapi juga tercermin dalam kesejahteraan keluarga.

“Saat ini, KCD Wahid memiliki lebih dari 1.960 anggota aktif perempuan dan tingkat pengembalian pinjaman mencapai 98 persen,” terang dia.

Yenny menjelaskan, melalui koperasi ini, perempuan, terutama mereka yang rentan dan sebelumnya sulit mengakses lembaga keuangan formal, kini mendapatkan akses permodalan, literasi keuangan, pendampingan usaha, serta pelatihan kepemimpinan di komunitasnya.

“Lebih dari 200 usaha mikro perempuan tumbuh dari ekosistem ini, mulai dari kuliner, kerajinan ramah lingkungan, hingga pengelolaan sampah berbasis komunitas,” terang dia.

“Inisiatif Desa Damai dan Koperasi Cinta Damai Wahid juga berkontribusi pada pencapaian agenda global Sustainable Development Goals (SDGs) dan Women, Peace and Security (WPS) Agenda,” sambung Yenny.

Dia mengatakan, program ini mendukung SDG 5 tentang Kesetaraan Gender melalui peningkatan kepemimpinan perempuan di tingkat desa, SDG 16 tentang Perdamaian dan Kelembagaan yang Kuat melalui tata kelola komunitas yang inklusif, serta SDG 13 dan SDG 1 melalui Desa Damai Tangguh Perubahan Iklim yang memperkuat ketahanan ekonomi dan lingkungan.

“Selain itu, Desa Damai menjadi salah satu model lokal implementasi UNSCR 1325 tentang Perempuan, Perdamaian, dan Keamanan,” ucap Yenny.

 

Source : Liputan6.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.