Antusias Masyarakat Manfaatkan Aplikasi Pangkas

4
Aplikasi Pangkas

Aplikasi Pangkas (Gampang Urus Berkas) yang sebelumnya bernama Siwarga diluncurkan sejak tahun 2019 oleh Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah sebagai kado Ulang Tahun Kota Tangerang. Hingga kini kehadirannya dipergunakan dengan antusias oleh masyarakat dalam mempermudah dan mempercepat pelayanan.

Kasie pemberdayaan TIK pada Dinas Kominfo Tisna Wijaya mengatakan, penggunaan aplikasi Pangkas di beberapa Kecamatan sangat tinggi. Kondisi ini membuktikan masyarakat memanfaatkan kemudahan yang disediakan oleh Pemkot Tangerang melalui aplikasi Pangkas.

 

“Kami terus lakukan sosialisasi agar tingginya angka pemanfaatan aplikasi Pangkas merata di seluruh kecamatan,” katanya.

 

Selain untuk menekankan kembali penggunaan aplikasi pangkas juga karena banyaknya pengurus RT dan RW yang baru, sehingga perlu sosialisasi dan pelatihan.

 

“Mereka pun sekaligus dapat menjadi tutor untuk warganya dalam membuat surat pengantar melalui aplikasi Tangerang Live yang kemudian diproses oleh RT-RW melalui aplikasi pangkas,” ujarnya.

 

Adapun berdasarkan data yang dihimpun, lima besar pemanfaatan aplikasi Pangkas yakni peringkat teratas ditempati oleh Kecamatan Cibodas dengan total 9590 surat, disusul kecamatan Jatiuwung sebanyak 4970 surat, Karawaci 618 surat, kemudian kecamatan Pinang 400 surat dan Neglasari 289 surat.

 

“Sejak diluncurkan sampai saat ini RT-RW telah menggunakan aplikasi pangkas dengan baik, namun pihaknya terus melakukan sosialisasi agar pemanfaatan aplikasi ini semakin meningkat,” ujar dia.

Nursuseno Sidiq selaku Ketua RT 03 rw 007 Kelurahan Cibodas Baru Kecamatan Cibodas mengatakan, kehadiran aplikasi selama ini sangat membantu warga untuk pembuatan surat pengantar.

 

“Alhamdulillah sangat membantu, warga pun buat apapun sekarang lebih cepat tidak menunggu RT-RW saat RT/ RW tidak ada di tempat mereka bisa lewat wa mengirimkan data lalu saya buatkan dan warga bisa langsung ke kelurahan tanpa harus bertemu RW sebab saya langsung menghubungi RW untuk minta tandatangan elektronik,” paparnya.

 

Dalam kurun waktu satu tahun ia sudah mengeluarkan 47 surat pengantar diantaranya terkait pencetakan KTP rusak dan keterangan warga yang sudah meninggal dunia.
Penggunaan Pangkas cukup mudah, jika ada permohonan akan muncul informasi. Selanjutnya dikonfirmasi kepastian pembuatan surat yang diajukan oleh warga.

 

“Saya minta untuk hadir ke rumah untuk tanda tangan elektronik dan foto selanjutnya saya menghubungi ketua RW untuk meminta tanda tangan, alu warga saya arahkan bisa langsung ke kelurahan disertai bukti unduhan surat pengantar yang dikirim melalui wa,” tukasnya.

 

Budi Santoso selaku ketua RW 03 Kelurahan Uwung Jaya Kecamatan Cibodas mengatakan pangkas memudahkan kinerjanya sebagai ketua RW dalam pelayanan adminstrasi.
“RT-RW yang aktif menggunakan pangkas selain ga perlu foto copy surat pengantar konvensional, juga ga perlu repot meregistrasi surat pengantar, serta bisa memberikan pengantar walau sedang tidak ada di tempat,” ujar pria yang juga inovator kampung Anggur ini.

 

Sampai saat ini pihaknya telah menerbitkan sebanyak 399 surat yang diantaranya terkait dengan surat keterangan usaha untuk keperluan BPUM bagi pelaku UMKM. Kemudian juga pembaruan Kartu Keluarga (KK) turut mendominasi pelayanan melalui aplikasi Pangkas.
“Banyaknya pengajuan BPUM berdampak kepada meningkatnya pengunduh aplikasi Tangerang LIVE sebab pemohon mengajukan surat pengantar melalui Tangerang LIVE,” katanya.(dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.