HPTKes Banten Dikukuhkan, Dorong Mutu Kampus Kesehatan hingga Ekspor Tenaga Kerja

3

Pengurus Himpunan Perguruan Tinggi Kesehatan (HPTKes) Wilayah Banten periode 2025–2029 resmi dikukuhkan. Pengukuhan digelar di Pendopo Istana Nelayan Resto, Kota Tangerang, Selasa (13/1), dan diikuti oleh puluhan perguruan tinggi di Provinsi Banten.

Pelantikan pengurus dilakukan langsung oleh Ketua Umum HPTKes Indonesia yang juga menjabat sebagai Ketua APTISI Pusat sekaligus Komisaris Utama PT. Pos Indonesia, Prof. M. Budi Djatmiko.

Kegiatan ini diikuti oleh 22 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan satu Perguruan Tinggi Negeri.

Usai melantik Budi Djatmiko menekankan pentingnya persatuan dan peningkatan mutu perguruan tinggi kesehatan agar mampu bersaing di dalam negeri maupun luar negeri. Ia menyoroti tantangan masuknya tenaga kerja asing di sektor kesehatan.

“Tadi kan persatuan ya, terus perbaikan mutu. Nah kita ingin seluruh perguruan tinggi kesehatan sesuai dengan tadi yel-yel dari Ketua HPTKes Banten, kita pengen bersatu dan untuk memperbaiki mutu agar perguruan tinggi kesehatan kita itu menjadi tuan rumah di negeri kita sendiri,” kata Budi.

Menurutnya, dengan kekuatan kolektif HPTKes, Indonesia justru berpeluang mengekspor tenaga kesehatan ke luar negeri.

“Sekarang kita ingin coba dengan HPTKes bersatu kita bisa mengekspor malah tenaga kerja kesehatan ke luar,” ujarnya.

Selain itu, Budi juga menekankan soal kerja sama antara perguruan tinggi swasta dengan PT Pos Indonesia, khususnya dalam pengembangan kewirausahaan dan digitalisasi kampus. Ia menyebut BUMN memiliki banyak potensi untuk mendukung ekosistem pendidikan tinggi.

“PT. Pos akan membantu kalau misalnya mau menjadi wirausaha dan lain sebagainya. Salah satunya mungkin di dunia kesehatan kita juga akan bicara tentang digitalisasi,” jelas Budi.

Bahkan dirinya juga menambahkan, adanya peran digitalisasi juga sejalan dengan arahan Presiden untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi.

“Dengan digitalisasi agar bisa masuk ke seluruh perguruan tinggi agar bisa meningkatkan jumlah mahasiswa,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, dikukuhkan pula kepengurusan HPTKes Wilayah Banten periode 2025–2029 yang diketuai oleh Dr. Ida Farida. Bahkan dirinya menyampaikan rasa syukur atas terbentuknya kepengurusan baru yang dinilainya solid dan kompak.

“Alhamdulillah ya pada hari ini kita sudah melakukan pengukuhan kepengurusan HPTKes Wilayah Banten dan terlihat sekali bahwa kita guyub ya bersama, kompak,” ujar Ida.

Ia menjelaskan, program awal HPTKes Banten adalah melakukan konsolidasi dengan seluruh HPTKes dan PTS di wilayah Banten. Setiap divisi juga langsung menyusun program kerja yang akan disinergikan dengan program HPTKes Indonesia.

“Tentu ini menjadi turunan dari program kerja HPTKes Indonesia sesuai dengan tagline-nya yaitu Bersama Membangun HPTKes,” katanya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (APTISI) Banten, Dr. Po Abas Sunarya. Ia menegaskan pembentukan HPTKes merupakan bagian dari struktur organisasi pengelola pendidikan tinggi di bawah APTISI.

“APTISI itu koordinator daripada organisasi penyeimbang ya, supaya di bawahnya semuanya bisa terbentuk,” jelas Abas.

Dirinya juga berharap kehadiran HPTKes Banten dapat menjadi wadah aspirasi dan solusi bagi perguruan tinggi kesehatan di daerah.

“Hari ini kita bersyukur ya, HPTKes telah terbentuk ya, mudah-mudahan ini bisa menjadi harapan anggota, bisa melayani segala masalah yang ada di internal,” pungkasnya.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.