
Jakarta, Katakota.com — Jelang pengoperasian kereta Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta Ratangga pada Maret 2019, pihak PT MRT Jakarta masih memikirkan tentang pengadaan gerbong khusus untuk perempuan pada rangkaian kereta. Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan, wacana tersebut masih didiskusikan oleh jajarannya.
“Itu lagi didiskusikan. Kami lagi minta pandangan publik kira-kira seperti apa gitu. Kira-kira yang akan kita lihat kan 50-50 nih,” kata William, Jakarta, Selasa (11/12/2018).
PT MRT Jakarta bakal meminta pendapat publik terkait wacana gerbong khusus perempuan. Kalaupun nanti jadi diadakan, menurut William, gerbong khusus itu akan diberlakukan pada jam-jam sibuk saja. “Kemungkinan yang akan kami terapkan pada jam sibuk. Itu kami siapkan gerbong khusus wanita. Itu baru skenario ya, kira-kira demikian,” ujarnya.
Terkait tempat duduk untuk penyandang disabilitas atau bangku prioritas untuk ibu hamil dan lansia dalam kereta MRT, William mengaku pihaknya sudah menyiapkan fasilitas tersebut di setiap gerbong, sama seperti yang diterapkan di Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Jabodetabek.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menamai kereta MRT Jakarta dengan Ratangga. Alasan Anies memberi nama tersebut lantaran kata ratangga memiliki arti kereta kuda yang kuat dan dinamis. Nama itu diambil dari salah satu naskah kuno Indonesia, yakni karya Mpu Tantular.
Sumber : Inews.id
Uploader : Cecep R./Ky


























