Tingkatkan Kepatuhan Usaha, BPJS Kesehatan Gandeng Kejari dan Pemkot Tangerang

7
Tingkatkan Kepatuhan Usaha, BPJS Kesehatan Gandeng Kejari dan Pemkot Tangerang,(adit/katakota.com)

Tangerang, Katakota.com– Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) sebagai Badan Hukum Publik yang menyelenggarakan Jaminan Kesehatan Nasional JKN-KIS terus melakukan upaya demi mewujudkan capaian Universal Health Coverage (UHC) pada tahun 2019 mendatang. Salah satu nya dengan menggandeng Kejaksaan Negeri, Dinas Ketenagakerjaan dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk menegaskan ke semua Badan Usaha agar wajib terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, pada Kamis (13/09) di Tangerang.

Tidak hanya itu, BPJS Kesehatan juga menegaskan Badan Usaha yang telah registrasi agar mendaftarkan bukan hanya sebagian karyawan saja tetapi semua karyawan yang ada di Badan Usaha wajib terdaftar sebagai Peserta JKN-KIS dan untuk iuran yang dibayarkan setiap bulannya akan ditagihkan ke Badan Usaha yang menunggak.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Robert P.A Pelealu, mengapresiasi BPJS Kesehatan dalam hal penegakan hukum dalam sistem JKN-KIS, dengan mengajak seluruh Badan Usaha untuk dapat kooperatif dan mendaftarkan seluruh karyawan beserta melaporkan gaji real dan rutin membayar iuran setiap bulannya ke BPJS Kesehatan.

“Apabila ada Badan Usaha yang tidak patuh agar melaporkan Badan Usaha tersebut karena terdapat sanksi administratif maupun pidana sebagaimana dalam UU No. 24 tahun 2011 tentang BPJS dan PP No. 86 tahun 2013 tentang tata cara pengenaan sanksi administratif” tegas Robert.

Saat ini pelayanan BPJS Kesehatan semakin mudah dan praktis dengan didorongnya teknologi digital di era sekarang. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tangerang, Elfanetti menjelaskan di era yang sudah canggih ini para peserta dan stakeholder bisa mengakses pelayanan dengan mudah, Badan Usaha bisa registrasi maupun mutasi karyawan secara online melalui aplikasi e-Dabu.

“Peserta juga bisa menggunakan Mobile JKN untuk merubah faskes tingkat pertama (FKTP) ataupun keperluan lainnya” terang Elfanetti.

Di bulan Agustus BPJS Kesehatan sudah melakukan ujicoba fase 1 Rujukan Online dan mulai 1 September semua FKTP Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan telah mulai memasuki fase 2.

“Rujukan online ini bertujuan untuk memberi kemudahan dan kepastian bagi peserta dalam mendapatkan pelayanan  kesehatan khususnya pelayanan rujukan, jadi tidak perlu antri panjang untuk mengambil rujukan” lanjut Elfanetti.

Dengan serba digital di era sekarang ini, diharapkan tidak ada lagi alasan bagi seluruh masyarakat terutama Badan Usaha yang tidak mendaftarkan sebagai peserta JKN-KIS karena dengan gotong royong semua tertolong semua yang sehat menolong yang sakit.(dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.