7 SMP di Tangerang Disiapkan Ikut Lomba Sekolah Aman Bencana 2027

2

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang menggelar sosialisasi program Sekolah Aman Bencana di SMP Negeri 25 Kota Tangerang, Rabu (19/8/2026). Program ini menyasar tujuh sekolah jenjang SMP di Kota Tangerang sepanjang 2026.

Kegiatan yang digelar di Aula SMPN 25 tersebut menjadi bagian dari upaya BPBD Kota Tangerang meningkatkan pemahaman warga sekolah terkait mitigasi, pencegahan, serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di lingkungan sekolah.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan sosialisasi tersebut diharapkan dapat mendorong setiap satuan pendidikan memiliki kemampuan dalam melakukan mitigasi dan kesiapsiagaan secara mandiri.

“Kita berharap sekali satuan pendidikan yang ada di Kota Tangerang itu bisa memiliki pemahaman tentang mitigasi dan juga pencegahan kesiapsiagaan terhadap bencana yang ada di areanya masing-masing,” kata Mahdiar.

Mahdiar menjelaskan, program Sekolah Aman Bencana tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Tujuh sekolah yang menjadi sasaran program pada 2026 akan dipersiapkan untuk mengikuti lomba Sekolah Aman Bencana tingkat Kota Tangerang pada 2027 mendatang.

Menurutnya, sekolah yang mengikuti lomba nantinya akan dinilai berdasarkan sejumlah indikator kesiapsiagaan dan mitigasi bencana.

“Di tahun 2027, untuk sekolah-sekolah yang sudah mendapatkan sosialisasi di tahun ini kita akan jadikan peserta lomba. Sehingga mereka memenuhi indikator-indikator yang nanti akan kami sampaikan juga,” ujarnya.

Mahdiar menyebut sejumlah indikator yang akan menjadi perhatian di antaranya pembentukan tim kesiapsiagaan bencana di sekolah. Selain itu, sekolah juga perlu menyiapkan berbagai aspek mitigasi, seperti titik evakuasi dan petunjuk keselamatan.

“Kita mulai dari pertama mungkin pembentukan tim kesiapsiagaan, lalu juga bagaimana teman-teman di sekolah itu menyiapkan mitigasi-mitigasi, mulai dari titik-titik evakuasi, petunjuk-petunjuk,” jelasnya.

Kesiapan sarana pencegahan kebakaran, seperti alat pemadam api ringan (APAR), juga menjadi salah satu hal yang akan diperhatikan. Sekolah diharapkan memiliki rencana yang jelas apabila terjadi kondisi darurat atau bencana.

“Lalu juga kesiapan mereka terhadap misalnya APAR-nya untuk pencegahan kebakaran, lalu juga bagaimana memiliki rencana-rencana kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Mahdiar.

Melalui program tersebut, BPBD Kota Tangerang berharap terbentuk kesadaran serta kesiapsiagaan yang lebih mandiri di lingkungan sekolah. Dengan demikian, warga sekolah diharapkan mampu melakukan langkah-langkah yang tepat dalam menghadapi potensi bencana di wilayahnya. (Agu)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.