Bayi dan anak-anak perlu mendapatkan berbagai jenis vaksin untuk melindungi mereka dari infeksi. Meskipun sangat penting, tetapi memberikan vaksin pada anak sering kali menjadi momen yang menantang. Baru melihat jarum suntik saja, anak sudah histeris dan meminta pulang.
Kenyataannya, suntikan tidak terlalu menyakitkan. Namun, ketakutan melihat jarum itulah yang mungkin membuat suntikan tampak mengerikan.
Apa pun alasannya, imunisasi anak sangat penting bagi kesehatannya. Untungnya, ada sejumlah strategi sederhana yang bisa membuat vaksinasi tidak terlalu menyakitkan bagi anak.
1. Memberikan distraksi
Trik ini telah banyak terbukti membuat anak berperilaku baik juga membantu mengurangi kesulitan akibat vaksinasi. Distraksi sekecil apa pun sering kali dapat menghilangkan masalah.
Distraksi yang berhasil dilakukan adalah membawa mainan favorit, menyanyikan lagu, atau melakukan sesuatu yang lucu.
Jadi, sebelum membawa si kecil ke posyandu, klinik, atau rumah sakit, jangan lupa membawa mainan favorit anak dan mengajaknya berbicara selama prosedur imunisasi.
2. Gunakan pemblokir suntikan
Pemblokir suntikan atau shot blocker adalah alat sederhana yang bisa secara signifikan mengurangi, bahkan menghilangkan rasa sakit yang timbul akibat suntikan dan vaksinasi.
Alat ini dibuat untuk memberikan tekanan ringan yang merangsang saraf di tempat suntikan, sehingga mengacaukan sinyal saraf tubuh ke otak dalam jangka pendek. Artinya, orang yang disuntik bahkan tidak akan merasakan tusukan jarum.
3. Sentuh atau peluk si kecil
Pelukan bisa menjadi cara yang bagus untuk membantu anak mengatasi ketakutan akan jarum suntik. Jika anak cukup besar, orang tua dapat mendudukkan anak di pangkuan saat disuntik atau memeluknya saat dia duduk di meja pemeriksaan.
Usahakan untuk tetap tenang dan sebaiknya hindari pelukan erat. Saat kamu mendekap anak terlalu kencang, mereka akan merasakan detak jantung yang berdebar kencang atau tanda-tanda stres lainnya. Untuk anak yang tidak senang dipeluk, kamu bisa memegang tangan mereka.
4. Batuk
Ini adalah teknik yang cocok untuk diterapkan pada anak yang lebih besar. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa batuk satu kali sebelum dan satu kali selama vaksinasi membantu mengurangi reaksi nyeri pada anak usia 4 dan 5 tahun serta usia 11 dan 12 tahun.
Studi lainnya menemukan bahwa teknik yang sama juga dapat mengurangi nyeri selama pengambilan darah pada anak-anak berusia 9 hingga 12 tahun.
Jadi, cobalah minta anak untuk menerapkan teknik ini saat akan divaksinasi.
Source : www.idntimes.com




























