Tangerang, Katakota.com– Pemkot Tangerang berencana mengoperasikan sepuluh unit bus bekas bus line yang sudah tak terpakai menjadi bus pariwisata. Upaya itu agar bus bantuan Kementerian Perhubungan tahun anggaran 2010 ini tak mubazir.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Saeful Rohman, mengatakan, kesepuluh bus yang sebelumnya difungsikan sebagai bus line sudah tidak lagi dioperasikan sejak 2016 lalu.
“Bus ini dulunya melayani Poris Plawad – Taman Anggrek. Karena ada kebijakan dari Gubernur DKI yang membatasi trayek hingga sampai terminal Kalideres,” ujar Saeful.
Kebijakan tersebut membuat operator bus merugi sehingga tidak mampu menutup biaya operasional trayek tersebut yang berdampak kepada pemutusan sepihak operasional bus tersebut.
Ia menjelaskan pihaknya telah berupaya agar kesepuluh bus tersebut tidak mubazir. Yaitu dengan cara melakukan pelelangan ulang, namun tidak ada investor yang meminati.
“Kami mencoba memanfaatkannya untuk BRT, tetapi ukuran bus yang besar tidak sesuai dengan lebar jalan di Tangerang,” katanya.
Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah meminta kepada Dishub untuk menjadikan kesepuluh bus tersebut menjadi bus pariwisata kota. Terkait pengelolaannya akan dibahas lebih lanjut.
” Kesepuluh bus tersebut kini menjadi aset Kota Tangerang. Ada beberapa yang sudah kami rencanakan untuk kearah sana, mudah mudahan secepatnya dapat direalisasikan menjadi bus pariwisata dalam kota,” kata Arief.(Dit)


























