Cerita UKM kota Tangerang penerima program BPUM : Bangkit memulai produksi

3

Kondisi pandemi Covid-19 membuat event bazar dan pameran dibatalkan, dampaknya pesanan produk berkurang secara drastis dari sebelumnya. Hal tersebut dirasakan oleh Dwi Lim pelaku UKM rajut yang berdomisili di Kecamatan Karawaci.

Biasanya Dwi memanfaatkan event bazar dan pameran untuk memasarkan produk rajutannya berupa sepatu, tas, baju, souvenir dan lainnya. Melalui pameran produknya banyak dikenal dan dipesan oleh pembeli dari berbagai daerah.

 

“Saat pandemi produksi menurun drastis, bahkan smapai memutuskan kerjasama dengan beberapa rekan kerja karena tidak adanya orderan yang masuk, tak adanya pemasukan membuat modal yang dimiliki terpakai untuk keperluam lainnya,” kata dia.

 

Tak lama kemudian Dwi mendapatkan informasi dari Disperindagkop-UKM untuk melakukan verifikasi data UMKM ke Kelurahan. Saat itu pegawai Kelurahan menginput data berupa nama usaha, lokasi usaha dan KTP ke aplikasi Sidata.

 

“Kami tak diberitahu adanya bantuan saat itu hanya verifikasi data saja,” beberapa waktu kemudian mendapatkan informasi dari Bank menerima Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) sebesar Rp 2,4 juta,” ujarnya.

 

Bantuan tersebut dimanfaatkan oleh Dwi untuk membeli bahan baku dan keperluan produksi untuk bangkit kembali memulai usaha.

 

“Bantuan sangat membantu, Saat ini sudah mulai bangkit kembali walaupun belum normal,” kata dia.(dit)

 

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.