Tangsel, Katakota.com-Ketua komisi VIII DPR RI Ali Taher Parasong siap mendukung kebijakan Kepala Kemenag Kota Tangsel dalam memajukan dakwah Islam.
Hal tersebut disampaikan saat Tarhib Ramadan dan khataman Al Quran Kemenag Tangsel, Rabu (9/5) di Aula MAN Insan Cendekia, Serpong.
“Kami mendukung gagasan Kemenag Tangsel, apa saja sekiranya memang untuk kebaikan dan kemaslahatan umat. Ajukan saja agar bisa dianggarkan saya tidak akan segan-segan,” kata Ali Taher.
Ali Taher pun menyampaikan jika memang di Tangsel ada yang mengajukan Madrasah Ibtidaiyah (MI)dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Madrasah Aliyah (MA) se Banten ada 61 semetnara yang sudah berstatus negeri baru ada 7 sekolah MA, untuk dialih statuskan menjadi negeri. Pihaknya memaparkan pada dasarnya pemerintah pusat siap memproses peralihan madrasah swasta menajdi negeri hanya saja kendalanya persoalan status tanah dari yayasan ke Kemenag Kota/kabupaten.
“Jika di Tangsel tahun ini ada yang siap statusnya dialihkan menjadi negeri ajukan saja. secara umum menjadi kendala persoalan tanah sehingga dari sekian banyak madrasah sangat sedikit yang dapat dialih statuskan,” ucapnya.
Kepala Kemang Kota Tangsel, Abdul Rojak meminta kepada ketua Komisi VIII DPR RI untuk mendukung atau menganggarkan semua kebijakan yang akan dijalankan. Kebijakan yang akan diterapkan di antaranya daftar nikah online, pendaftaran haji satu pintu supaya mempermudah jamaah pelaksanaan manasik haji bukan hanya ceramah tapi praktik langsung dan ini membutuhkan biaya cukup banyak.
“Kami meminta kepada Bapak Ali Taher Parasong mendukung kebijakan yang kami terapkan. Upaya ini bagian dari mempermudah pelayanan kepada masyarakat,” kata Rojak.
Ia menjelaskan pelayanan haji satu pintu selama ini ketika jamaah mendaftarkan haji harus pergi ke bank, lalu dari bank ke Kemenag dari kemenag nanti urus lagi ke imigrasi. Supaya satu tempat maka kedepan baik bank, imigrasi dan lain-lain disajikan satu tempat di Kantor Kemenag Tangsel sehingga masyarakat akan labih mudah.
“Kami akan buat pelayanan jamaah satu pintu, menjadi satu baik banknya atau pelayanan imigrasi mudah-mudahan menjadi satu di Kemenag supaya tidak sulit mondar-mandir jamaah,” ungkap Rojak. (dit)


























