Festival Maulid Nusantara 7 resmi digelar di Kota Tangerang. Kegiatan yang mengusung syiar Islam dan pelestarian kearifan lokal itu mendapat antusiasme masyarakat, Jum’at (21/8/2026).
Ketua PC GP Ansor Kota Tangerang Midyani mengatakan festival tersebut menjadi momentum memperkuat nilai keagamaan sekaligus menjaga tradisi masyarakat.
“Walaupun kita kota metropolitan, tidak meninggalkan kearifan lokal. Budaya yang diwariskan turun-temurun oleh orang tua kita adalah mensyiarkan agama Islam,” kata Midyani.
Festival Maulid Nusantara 7 berlangsung selama lima hari. Tahun ini, GP Ansor Kota Tangerang berkolaborasi dengan tiga masjid, yakni Masjid Al-Ittihad, Masjid Raya Al Azhom, dan Masjid Jami Kali Pasir.
Puncak kegiatan dijadwalkan pada 25 Agustus 2026, bertepatan dengan 12 Rabiul Awal. Tiga masjid tersebut akan menggelar arak-arakan gunungan sebagai salah satu rangkaian utama festival.
Selain kegiatan keagamaan, festival juga diisi berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dan generasi muda. Di antaranya lomba kuliner Nusantara, bahtsul masail, dan Akidatul Awam.
Kepala Dispora Kota Tangerang Kaonang menyambut positif kegiatan yang digelar GP Ansor tersebut. Dia berharap festival tahunan itu terus berkembang dan memiliki jangkauan lebih luas.
“Kita terus memberdayakan OKP yang menjadi binaan Dispora, salah satunya GP Ansor. Ini kegiatan tahunan dan kita berharap mampu bermetamorfosis dari tahun ke tahun,” ujar Kaonang.
Kaonang berharap Festival Maulid Nusantara nantinya bisa berkembang menjadi event berskala nasional. Sebab, sejumlah perlombaan dalam festival tersebut diikuti santri dari berbagai daerah.
“Mudah-mudahan kegiatan ini mampu bermetamorfosis menjadi event nasional. Hal ini berdampak untuk meningkatkan perekonomian,” katanya. (Agu)






























