Jakarta, KataKota.com – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berencana akan kembali menerapkan kebijakan ganjil-genap sebagai pengganti sistem “3 in 1” yang akan dihapus. Sistem ini memberlakukan kendaraan yang bisa melewati jalan tertentu berdasarkan nomor kendaraan ganjil atau genap.
“Tapi penerapannya tergantung evaluasi (uji coba penghapusan ‘3 in 1’) dua minggu ini. Kalau evaluasi kemacetannya mirip, ya tidak perlu diterapkan. Kalau tambah parah harus terapkan ganjil-genap sambil tunggu ERP (electronic road pricing),” ujar Basuki.
Basuki mengatakan, pengganti “3 in 1” yang paling efektif hanyalah penerapan ERP. Seperti yang dilansir beritasatu.com, namun karena kesiapan ERP sendiri belum mantap maka pilihan ganjil-genap menjadi hal yang paling memungkinkan.
“Kami memang dari awal akan menghapus ‘3 in 1’, karena itu banyak membuat kemacetan. Kami juga mau menuju ERP, waktu mau menuju ERP kami pikir bisa cepat. Sebenarnya sebelum ke ERP, kami mau ke ganjil-genap,” katanya. (eq/kk)


























