Gawat! 2050, Jakarta Bisa Tenggelam

7
Ilustrasi Jakarta Tenggelam
Ilustrasi Jakarta Tenggelam

Jakarta, Katakota.com — Sadar atau tidak Jakarta terancam tenggelam. Ini bukan isu baru karena banyak pakar sudah membicarakannya sejak lama. Fakta sekarang ini menunjukkan penurunan tanah (land subsidence) di Jakarta setiap tahunnya mencapai 3-18 cm. Artinya, jika tidak ada ada upaya preventif, Jakarta tinggal sejarah.

Direktur Pengairan dan Irigasi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Abdul Malik Sadat Idris menyebut, dengan variasi kecepatan penurunan tanah mencapai 3-18 cm, hasil dari simulasi Bappenas menyimpulkan, pada 2050, 30% tanah di Jakarta berada di bawah permukaan laut.

Hal itu dikemukakan Abdul dalam acara diskusi bertajuk “Jakarta Tenggelam Tanpa Reklamasi?” yang digelar Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI) di President Executive Lounge Menara Batavia, Jakarta, baru-baru ini.

Menurutnya, penurunan tanah di Jakarta diakibatkan dari penggunaan air tanah yang berlebihan. Pengendalian akan hal itu bisa dilakukan asalkan Pemprov DKI cepat mengambil tindakan, sebab banyak kota di negara-negara lain dengan persoalan yang sama berhasil mengatasinya.

Sejauh ini, sudah ada tindakan yang dilakukan Pemprov DKI serta pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR dengan membangun atau memperbaiki tanggul. Misalnya, pembangunan tanggul di Muarabaru dan Kalibaru dengan total panjang mencapai 20 km atau giant sea wall yang merupakan proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).

Pemprov DKI turut ambil bagian dengan membangun tanggul sepanjang 6,7 km di wilayah Kamal Muara, Muara Angke, Sunda Kelapa dan Kali Blencong, hanya saja proyeknya belum rampung. Sedangkan BUMD kebagian membangun tanggul sepanjang 8,5 km di wilayah Pantai Mutiara dan Ancol, tetapi belum dikerjakan akibat kendala teknis.

Sumber    : Beritasatu

Uploader  : Cecep R./Qy

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.