Tangerang, Katakota.com– Empat sungai yang menjadi fokus pengawasan dan menjadi sumber air baku masyarakat,disebut mengalami pencemaran. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLHK Kabupaten Tangerang, Budi Khumaeri.
“Keempat sungai tersebut adalah Sungai Cisadane, Sungai Cirarab, Sungai Cimanceri dan Sungai Cidurian, Setiap sungai, memiliki kategori jenis pencemarannya. Namun dari hasil pengawasan yang dilakukan, adanya pencemaran yang terjadi ,” ujar Budi saat Peringatan Hari Air Sedunia yang diselenggarakan PT Aetra di Serpong Tangerang Selatan pada Kamis (21/3).
Dikatakannya, Sungai Cisadane dan Cimanceri alami pencemaran kategori ringan yang disebabkan adanya sumbangan limbah dari industri dan sampah domestik yang menggunakan bahan kimia.
“Pencemaran di Cisadane masih dalam kategori yang bisa diantisipasi dan tak berbahaya. Sebab, pendistribusian air bersih yang bersumber dari Sungai Cisadane masih bisa dilakukan dengan sistem penyaringan,” kata dia.
Berbeda dengan yang terjadi di Sungai Cidurian dan Cirarab, kategorinya sudah dalam kategori berat dan tak layak konsumsi oleh warga. Unsur besi dan logam sudah tidak cocok menjadi bahan konsumsi.
“Dalam kategori berbahaya sesuai dengan peraturan kementrian lingkungan hidup dan kehutan serta kementrian kesehatan air dari sungai cirarab dan cidurian sangat tidak direkomendasikan untuk di konsumsi,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Komersial dan Operasial PT Aetra Air Tangerang, Okto Wismojo menambahkan, pihaknya melakukan panyaringan secara berlapis dalam mengantisipasi adanya pencemaran tersebut. Pihaknya mengambil air baku dari Sungai Cisadane memastikan jika distribusi kepada pelanggan tak terganggu dan kualitas yang diberikan tetap yang terbaik.(*/dit)


























