Iwan Iskandar Atlet Bridge Tertua Kontingen Kota Tangerang Raih Prestasi di Porprov

21
Iwan Iskandar atlet bridge kota Tangerang /ist
Katakota.com- Atlet tertua kontingen Kota Tangerang di Porprov VI Banten yaitu Iwan Iskandar (71) pada cabang olahraga (Cabor) Bridge menorehkan prestasi terbaiknya.
Iwan yang berpasangan dengan atlet Alfian meraih medali perunggu di nomor pasangan putra sistem swiss perhitungan internasional match poin.
“Bersama Alfian berhasil menyumbangkan perunggu untuk Kota Tangerang pada hari pertama pertandingan,” ujar Iwan.
Sementara untuk nomor lainnya yang diikuti yaitu nomor Patkawan putera dan 2xpatkawan bersama atlet bridge lainnya turut menyumbangkan 1 perunggu dan 1 perak.
“Total menyumbangkan 2 perunggu dan 1 perak, saya bersyukur di usia saya menginjak 71 tahun masih bisa berprestasi dan mengharumkan nama Kota Tangerang di Porprov apalagi kita sebagai tuan rumah memiliki kebanggaan yang berbeda dari event Porprov sebelumnya,” pungkasnya.
Iwan Iskandar yang merupakan warga Perumahan Modernland ini telah mengikuti Porprov Banten sejak pertama kalinya.
Iwan menyukai Bridge dan masih menjadi atlet hingga saat ini karena bridge merupakan olahraga yang tidak dibatasi oleh usia seperti olahraga lainnya.
“Saya juga suka olah raga badminton dan volley, tapi diusia sekarang sudah sulit diikuti secara fisik,” ujar Iwan.
Bridge sudah dikenal Iwan sejak menjadi mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Jakarta.  Iwan mempelajari bridge dari senior dikampusnya. “Saat itu belajar bridge disela-sela menunggu waktu perkuliahan,” kata Iwan.
Jauh sebelum berkiprah di Porprov, Iwan telah mengikuti berbagai even dan meraih prestasi mulai dari Kejurnas pertama kalinya di Bogor tahun 1984 hingga turnamen terbuka di berbagai daerah.
Berbagai momen menarik di olahraga Bridge telah dirasakan Iwan salah satunya ketika ikut kejurnas 1990 di Balikpapan.  “Di final lawan Medan nyaris menang ,tapi akhirnya kalah tipis, seandainya menang maka Tangerang akan naik ke kelas A divisi utama,”
“Pengalaman lainnya saya juga pernah main satu meja dengan Dora Sumitro DjojoHadikusumo yang merupakan Ibunda dari Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto,” ungkapnya.
Menurut Iwan dalam olahraga Bridge atlet dibentuk dapat berkomunikasi, menghargai dan menerima keputusan partnernya. Atlet dituntut harus bisa mengambil keputusan sesegera mungkin.  “Walaupun informasi atau data yang diterima sedikit atau banyak,cukup atau tidak cukup harus dapat menentukan keputusan,” ujarnya.(aditca)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.