Jakarta, Katakota.com — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) meluncurkan program Bawaslu Mengawasi sebagai tanda untuk memulai tugas dan kewajiban utamanya dalam mengawasi tahapan Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.
Bawaslu pun meminta jajarannya mengantisipasi kecurangan yang berpotensi mengurangi kualitas penyelenggaraan pemilu.
“Tugas kita (pengawas pemilu) tidak mudah. Tetapi, bukan berarti itu menjadi mematahkan semangat kita dalam mengawasi proses demokrasi ini. Karena itu, kita tajamkan penglihatan dan pendengaran untuk melihat dan meneliti setiap jengkal dan titik (kecurangan) yang berpotensi mengurangi kualitas pemilu,” papar Koordinator Pengawasan dan Sosialisasi Bawaslu Mochammad Afifuddin di sela acara peluncuran Bawaslu Mengawasi di Hotel Crowne Plaza, Jakarta Selatan, Rabu (20/7).
Afifuddin menambahkan, Bawaslu baru saja menyerap semangat baru melalui slogan, logo, serta para anggota Panwaslu baru di 514 Kabupaten/Kota dan Bawaslu baru di 25 Provinsi.
Selain itu, untuk upaya pencegahan pelanggaran, Afifuddin mengatakan, Bawaslu akan meluncurkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 pada akhir Oktober mendatang
“Kami libatkan Sahabat Bawaslu dari Pramuka, komunitas, bahkan kelompok arisan sekali pun,” lanjutnya.
Penulis :
Editor : KK
Sumber : Merdeka































