Keberhasilan Universitas Budi Luhur Dalam Melaksanakan Kuliah Hybrid Pada Mahasiswa Baru

23
Perkuliahan Hybrid UBL

Setelah keberhasilan  Universitas Budi Luhur (UBL) menjadi sentra vaksinasi di Jakarta Selatan. Kini kampus tersebut telah memulai kelanjutan babak baru setelah penyesuaian new normal. UBL mencoba menjadi pionir dalam menerapkan kuliah paruh tatap muka atau Hybrid. Pelaksanaan terhitung sudah berjalan selama dua bulan setelah mendapat surat edaran resmi dari kementrian pendidikan dan kebudayaan atau Kemendikbud.

Keberanian UBL dalam mengambil keputusan tersebut didasari oleh pengvaksinasian seluruh mahasiswanya pada pertengahan juni hingga Bulan Agustus. Hal ini juga menyangkut pada syarat izin pertimbangan perkuliahan tatap muka yang tertera pada surat edaran Nomor 4 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Tahun Akademik 2021/2022. Adapun UBL juga telah memenuhi syarat Keputusan Mentri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pendoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Berjalannya perkuliahan hybrid tersebut  juga telah didukung oleh Dr.Wendi Usino, M.Sc., M.M., selaku rektor kampus UBL. Dukungannya tercantum pada surat edaran Nomor: E/UBL/REK/000/024//09/21 tentang Pendataan dan Verifikasi Dosis Vaksinasi Mahasiswa Budi Luhur. Selain itu, para tenaga pengajar dan karyawan telah divaksinasi secara dua dosis sesuai dengan peraturan yang berlaku. Adapun seluruh pihak yang terlibat wajib menerapkan protokol kesehatan secara taat dan tepat.

Protokol kesehatan dari kampus UBL juga dikeluarkan sebagai pengawasan kegiatan perkuliahan tersebut. Aturannya meliputi, pengisian formulir barcode kuliah hybrid, kapasitas kelas berjumlah maksimal 20 orang, jadwal kuliah online dan offline bergilir secara rutin, dan mematuhi aturan 5M. Seluruh aturan tersebut tidak terlepas agar upaya uji coba perkuliahan hybrid dapat mendorong semangat belajar bagi para mahasiswa yang telah hampir padam akibat pandemi.

Tanggapan pun hadir secara positif oleh para mahasiswa baru yang menjadi sasaran penerapan perkuliahan hybrid. “Sejauh ini efektif sih kak, karena aku ngerasa belajar lebih efektif dan vaksin aku gak sia-sia.,” Wildan Adil.

“Seneng sih kak akhirnya bisa belajar optimal gak cuma mantengin laptop terus.”, tambah Hulliyah Syafqi selaku mahasiswa baru.

Respon yang hadir menunjukkan bahwa vaksinasi dan uji coba hybrid membawa angin segar bagi dunia pendidikan di pandemi saat ini.  Berbagai tindakan dan proses pemulihan kondisi pembelajaran normal yang telah dilakukan oleh UBL diharapkan mampu menjadi acuan bagi kampus lain untuk memulai terobosan perkuliahan hybrid. Melalui bukti tidak adanya tanda-tanda OTG dan hadirnya tanggapan positif dari mahasiswa yang terlibat seharusnya mampu menjadi acuan pertimbangan. Besar harapan kampus lain dapat segera memulai langkah penerapan perkuliah hybrid secara tepat sesegera mungkin.(Penulis Bella-Mahasiswa UBL)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.