Jakarta, KataKota.com – Sepertinya kejadian salah turunkan penumpang yang menimpa maskapai AirAsia Indonesia berbuntut panjang, pasalnya, hari ini diumumkan pergantian struktur organisasi di jajaran direksinya. Kali ini pergantian terjadi pada posisi direktur utama (dirut).
Direktur Operasional AirAsia Indonesia, Captain Ridzeki Tresno Wibowo, telah ditunjuk sebagai pejabat sementara Presiden Direktur AirAsia Indonesia, dan segera berlaku efektif. Ridzeki menggantikan Presiden Direktur AirAsia Indonesia sebelumnya, Sunu Widyatmoko, yang telah bersama AirAsia Indonesia selama tiga tahun.
“Atas nama Dewan Komisaris AirAsia Indonesia, saya mengucapkan terima kasih kepada Sunu atas kontribusinya yang sangat berarti kepada AirAsia Indonesia. Terutama atas kepemimpinannya selama setahun terakhir ketika AirAsia Indonesia dihadapkan dengan berbagai tantangan. Kami mengharapkan yang terbaik bagi perjalanan karier Beliau ke depannya,” kata Komisaris Utama AirAsia Indonesia, Pin Harris, seperti dilansir Okezone.com, Rabu (1/6/2016).
CEO AirAsia Group Tony Fernandes menambahkan, Sunu merupakan sosok yang memegang peran penting dalam upaya peningkatan kinerja AirAsia di Indonesia yang hasilnya mencatatkan pencapaian sangat berarti bagi perusahaan.
“AirAsia dan pemegang saham Indonesia berkomitmen untuk terus mengembangkan apa yang telah kami raih, sambil terus memperkuat kehadiran kami di pasar terbesar ASEAN,” kata Tony.
Sebelumnya, terjadi insiden kesalahan sopir Bus APB Indonesia Air Asia yaitu menurunkan sebanyak 48 penumpang penerbangan QZ 509 di terminal domestik dan dinaikkan kembali ke Bus APB atas perintah petugas Aviation Security Bandara menuju terminal kedatangan internasional dengan catatan satu orang telanjur keluar dari gedung terminal domestik atas nama Jonathan Derwen yang berkebangsaan Selandia Baru pada Selasa pukul 12.59 Wita.(eq/kk)


























