Peran pemadam kebakaran (Damkar) di Kota Tangerang kini tidak lagi hanya identik dengan pemadaman api. Dalam beberapa tahun terakhir, petugas Damkar justru lebih banyak menangani berbagai kejadian nonbencana yang terjadi di tengah masyarakat. Kondisi ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan penyelamatan dan kedaruratan yang cepat dan responsif.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mencatat sepanjang tahun 2025 terdapat 3.299 layanan tanggap darurat yang ditangani oleh petugas BPBD dan Damkar di seluruh wilayah Kota Tangerang. Dari jumlah tersebut, sebagian besar merupakan penanganan non kebakaran.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan berbagai jenis layanan yang ditangani petugas Damkar menunjukkan bahwa keberadaan mereka kini menjadi garda terdepan dalam banyak situasi darurat yang dihadapi masyarakat.
“Setiap layanan yang kami berikan merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam situasi darurat. Tidak hanya kebakaran, tetapi juga berbagai kejadian lain yang membutuhkan respon cepat dari petugas,” ujar Mahdiar.
Berdasarkan rekap layanan tahun 2025, penanganan evakuasi hewan liar menjadi layanan terbanyak dengan 781 kasus. Disusul edukasi dan kunjungan pendidikan kebencanaan sebanyak 579 kegiatan, serta pemusnahan sarang tawon sebanyak 397 kasus.
Selain itu, petugas juga melakukan pemadaman kebakaran sebanyak 276 kejadian, pertolongan pertama 222 kasus, pelepasan cincin 194 kasus, serta evakuasi pohon tumbang 175 kasus.
Layanan lainnya juga mencakup penyelamatan hewan 140 kasus, pencarian barang berharga 112 kasus, monitoring dampak cuaca 241 kegiatan, hingga bantuan personel dan pengamanan sebanyak 57 kegiatan. Bahkan petugas Damkar juga melakukan penyemprotan pembersihan, evakuasi korban, hingga pengecekan kondisi berbahaya seperti hawa panas di lokasi tertentu.
Mahdiar menjelaskan, tingginya angka layanan nonkebakaran tersebut menunjukkan bahwa masyarakat semakin mengandalkan Damkar sebagai layanan penyelamatan yang cepat, profesional, dan dapat diakses kapan saja.
“Banyak masyarakat yang kini langsung menghubungi Damkar ketika menghadapi situasi darurat di lingkungan mereka. Mulai dari hewan liar masuk rumah, pohon tumbang, hingga pertolongan penyelamatan. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap Damkar semakin tinggi,” katanya.
Menurutnya, fenomena tersebut juga menjadi tantangan sekaligus dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat kapasitas Damkar, baik dari sisi personel, peralatan maupun armada operasional agar mampu merespons berbagai jenis kejadian secara cepat dan efektif.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan bahwa peran Damkar saat ini sangat vital dalam sistem pelayanan kedaruratan di Kota Tangerang.
Menurutnya, keberadaan Damkar bukan hanya untuk memadamkan kebakaran, tetapi juga menjadi unit penyelamatan yang hadir dalam berbagai kondisi darurat yang dialami masyarakat.
“Peran Damkar saat ini sangat penting dan sangat dibutuhkan masyarakat. Mereka bukan hanya memadamkan kebakaran, tetapi juga membantu berbagai situasi darurat yang terjadi di lingkungan warga,” ujar Sachrudin.
Pemerintah Kota Tangerang sendiri terus memperkuat layanan Damkar, termasuk dengan menambah armada operasional untuk meningkatkan respons terhadap laporan masyarakat serta memperluas jangkauan pelayanan di berbagai wilayah.
Sachrudin menambahkan, peningkatan kapasitas Damkar merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, tanggap, dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Dengan semakin beragamnya jenis layanan yang ditangani, Damkar Kota Tangerang kini tidak hanya menjadi simbol penanggulangan kebakaran, tetapi juga menjadi garda terdepan penyelamatan masyarakat dalam berbagai kondisi darurat sehari-hari.



























