Tangerang, Katakota. Com — Berbagai elemen masyarakat melakukan upaya mempererat persatuan kembali pasca pemilu. Seperti yang terjadi di Kota Tangerang, sejumlah tokoh agama menggelar doa bersama di GOR Pinang, Minggu (23/6).
Pada kegiatan Doa dan Tausyiah Kebangsaan untuk Negeri tersebut hadir empat pimpinan pesantren dan ratusan santri. Ketua Pelaksana gelaran ini, Hariyadi mengungkapkan, dalam kegiatan ini disampaikan pesan-pesan dan imbauan agar masyarakat menahan diri dari perbuatan yang tidak sejalan dengan konstitusi.
“Kalau ada keinginan yang ingin disampaikan maka sesungguhnya ada saluran yang sudah disiapkan jangan pakai kekerasan dan sebagainya, dan islam adalah agama yang rahmatan lil alamin, mengajarkan persatuan kesatuan menghindari sikap intoleransi,” sambungnya.
Hariyadi turut menyinggung agenda putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK) 28 Juni mendatang. Menurutnya, agenda itu seyogyanya berjalan aman dan kondusif. Karenanya dia mengimbau masyarakat menghormati lembaga pengadil tertinggi di Indonesia tersebut.
“Apa pun yang ditetapkan MK kita dukung ramai-ramai. Kalau perang kapan ngurusin negaranya. Malah makin hancur,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Saidin Ketua MUI Tangsel menuturkan mencintai negara itu juga merupakan bagian daripada iman yang dimiliki oleh seseorang.
“Cinta negara itu bagian dari iman. Bangun negara, jiwanya dan bangun raganya, mari bersatu demi kemajuan bangsa,” kata Saidih, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tangsel.
Selain penyampaian tausiyah dan doa, dalam kegiatan itu juga terdapat penampilan seni tari Saman dan seni beladiri pencak silat santri. Sementara penceramah yang hadir di antaranya Muslihidi, Pimpinan Pesantren Almuqriyah; Agus Ghofur, Pimpinan pesantren madinatunnajah; Ahmad Munawir, Pimpinan Pesantren Nafidatunnajah.
Penulis : Roy Maulana
Editor : Fajrin


























