Tangerang, Katakota.com – Pelajar harus rajin membaca dan membuat tulisan. Karena dengan membaca dan menulis, kemampuan nalar daya kritis pelajar akan terbangun.
Demikian dikatakan Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tangerang Ahmad Romdoni saat menjadi pembicara pada kegiatan Pelatihan Jurnalistik yang diselenggarakan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Tangerang, Jumat (22/9/2017).
“Membaca dan menulis harus dijadikan kebutuhan. Karena ulama-ulama besar sejak dahulu sudah membudayakan menulis dengan melahirkan banyak kitab monumental,” kata Romdoni.
Romdoni menyampaikan, rendahnya minat baca terutama di kalangan pelajar menjadi salah satu faktor minimnua budaya menulis. Padahal, menulis berarti membentuk peradaban yang elegan. Pelajar yang terbiasa menulis, akan menjadi pelajar yang memiliki pemahaman yang matang.
“Kebiasaan menulis apa pun bentuk tulisannya harus mulai dibiasakan sejak di bangku sekolah. Agar tercipta lingkungan yang mengedepankan budaya santun,” terangnya
Belajar tidak sembarangan membuat tulisan. Hal itu dimaksudkan agar pelajar terhindar dari akibat buruk atas tulisan yang dibuatnya. Untuk itulah, pelajar untuk membuat tulisan yang jujur atau tidak plagiat dan mengedepankan etika.
Pimpinan Umum Mantap News (Majalah MAN 1 Tangerang) Yana Karyana mengatakan, pelatihan jurnalistik dilaksanakan untuk meningkatkan minat pelajar dalam menulis.minat pelajar untuk menjadi seorang penulis masih terhitung rendah.
“Mudah-mudahan dengan pelatihan jurnalistik ini, animo pelajar untuk menulis karya jurnalistik dan karya lainnya bisa meningkat,” ujarnya.
Yana juga berharap, pelatihan jurnalistik membuat pelajar memiliki kemampuan mengidentifikasi gelombang informasi termasuk sebaran berita palsu atau hoax.
“Pelajar akan bisa membedakan mana tulisan yang fakta dan mana yang hoax kalau sudah memiliki kemampuan literasi,” tandasnya.
(Mad sutisna/KK).





























