Jakarta, Katakota.com — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meminta hunian strategis terintegrasi berkonsep Transit Oriented Development (TOD) bisa memiliki kuota 30 persen dari total unit yang ada untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Hal itu pun akan diterapkan di hunian strategis yang dibangun Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) bekerja sama dengan Kereta Api Indonesia (KAI) di Stasiun Pondok Cina, Depok, Jawa Barat.
“Biasanya kan untuk MBR itu hanya 25 persen, tapi sekarang 30 persen minimal. Itu dorongan kita, ini (TOD di Stasiun Pondok Cina) kan lokasinya premium biasanya jarang mau memberikan untuk MBR,” kata Rini usai peletakan batu pertama hunian strategis di Stasiun Pondok Cina, Depok, Senin (2/10).
Rini memastikan meski harga jauh lebih murah dari biasanya tetapi tetap dibangun dengan standar yang sama untuk hunian yang rencananya akan dibangun di atas Stasiun Pondok Cina itu.
Menurut Rini, dengan standar yang sama biasanya hunian tersebut pe runitnya dijual dengan kisaran Rp 8,5 juta sampai Rp 9 juta per meter persegi.
Hunian terintegrasi transportasi di Stasiun Pondok Cina akan menyediakan 3.440 unit dengan dua tipe satu kamar seluas 32 meter persegi dan dua kamar seluas 42 meter persegi. Hunian yang akan dibangun di 49 lantai tersebut akan menjual unit dengan subsidi hanya untuk yang memiliki luas 32 meter persegi.
Penulis :Roy
Editor : Q
Sumber : Republika


























