Kondisi Jalan Mayjen Sutoyo, Cawang, Jakarta Timur, sempat dikuasai oleh parkir liar dan para pedagang kaki lima (PKL) pada Sabtu (20/9/2025) malam.
Namun, pada Senin (22/9/2025) malam, terlihat sejumlah petugas gabungan dari Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) dan Satpol PP Jakarta Timur berjaga di ruas jalan itu.
Pantauan di lokasi pukul 20.30 WIB, petugas Satpol PP dan Sudinhub berjaga di lokasi dengan membawa mobil derek. Namun, masih ada beberapa mobil yang terparkir di sisi kiri jalan dan tidak ditertibkan.
Kendati begitu, arus lalu lintas dari arah Cililitan terpantau lancar. Para pengendara bisa memacu kendaraannya dengan kecepatan sekitar 30–40 kilometer per jam.
Berbeda dengan kondisi pada Sabtu lalu, Jalan Mayjen Sutoyo kali ini tidak dipenuhi pedagang dan parkir liar. Pedagang masih beroperasi, tetapi tidak lagi menggunakan badan jalan untuk berjualan.
PKL dan Parkir Liar
Kuasai Jalan Sebuah video yang memperlihatkan aktivitas parkir liar dan pedagang kaki lima (PKL) menutup empat lajur Jalan Mayjen Sutoyo, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (20/9/2025) malam.
Video yang diunggah akun Instagram @ijoeel menampilkan deretan kendaraan yang diparkir sembarangan serta meja-meja pedagang yang digelar hingga menyisakan hanya satu lajur dari total empat lajur jalan.
Dalam narasi video disebutkan, kondisi semacam ini berlangsung hampir setiap malam sejak pukul 20.00 WIB hingga tengah malam.
Akibatnya, pengguna jalan terpaksa memperlambat laju kendaraan karena ruas jalan tertutup parkiran motor dan meja pedagang.
“Parkir makan empat jalur jalan umum, ini terjadi sudah lama infonya dan terjadi setiap malam sekitar pukul 20.00 WIB, sampe tengah malem,” tulis akun Instagram @ijoeel.
“Apalagi pas malem minggu Bisa-bisanya tinggal sisa sejalur. Di mana? Ini di sekitar Primajasa Cililitan atau Kantor Pusat Badan Kepegawaian Negara,” lanjut keterangan akun tersebut.
Satpol PP Turun Tangan
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Timur turun tangan memberikan teguran kepada pedagang yang menggelar meja hingga menyisakan hanya satu jalur untuk kendaraan.
Kasatpol PP Jakarta Timur Budhy Novian mengatakan, ia telah mengecek ke lokasi bersama tim gabungan yang terdiri dari Dinas Perhubungan, Garnisun, Koramil, Polsek, dan PPSU pada Minggu (21/9/2025) sore.
“Kami melakukan pendekatan dulu ini melalui edukasi supaya bisa dilakukan pengaturan, yang pada intinya gangguan ketertiban di lokasi ini bisa kami minimalkan,” ucap Budhy Novian saat dikonfirmasi, Senin (22/9/2025).
Dalam pengecekan tersebut, petugas juga memberikan edukasi langsung kepada para pedagang agar lebih tertib dan tidak menimbulkan kemacetan.
“Jadi tidak boleh dipaksakan. Kalau tidak memiliki parkir, ya parkirnya diatur. Jangan sampai kemudian dia memanfaatkan yang harusnya ruas jalan lalu lintas dipakai memasang meja dan juga parkir,” ujar Budhy.
Cari Solusi
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur tengah mencari solusi permanen untuk mengatasi pedagang dan parkir liar yang memadati jalan tersebut. Budhy Novian mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan melaporkan persoalan tersebut kepada Wali Kota Jakarta Timur.
“Untuk saat ini kita paku baja (berjaga) di sini sampai dengan kemudian bisa dikendalikan. Kemudian untuk langkah selanjutnya kami akan lapor ke tingkat pimpinan Wali Kota untuk bisa dilakukan fasilitasi,” kata Budhy.
“Untuk sementara sebelum nanti ada solusi permanen kita akan lakukan penjagaan rutin,” lanjut dia.
Budhy memastikan pihaknya tidak melarang masyarakat berjualan. Namun, penggunaan akses jalan untuk berdagang maupun parkir kendaraan tetap melanggar aturan.
“Bahwa bukan kita melarang orang berusaha (berdagang), baik itu parkir atau juga terutama usaha mikro, tetapi yang kita kendalikan juga implikasi dari gangguan akibat mereka usaha,” ucap dia.
Source: Kompas.com






























