Katakota.com- Muhammad Alfath Hibatul Wafi (25) warga Kota Tangerang yang mewakili Provinsi Banten berhasil meraih juara Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional tahun 2018 pada cabang tafsir bahasa inggris.
Sebelumnya mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Jakarta ini juga pernah meraih juara di MTQ tingkat Kota dan Provinsi Banten diantaranya golongan tafsir cabang bahasa arab 2013, golongan tafsir cabang bahasa Indonesia 2016, dan golongan tahfiz cabang 30 Juz 2017.
“Pertama kali mengikuti MTQ tahun 2011 di golongan tahfiz cabang 30 Juz dan berhasil meraih juara 1 tingkat Kota Tangerang,” ujarnya.
Al Fath yang belajar Al Quran sejak usia 4 tahun dan khatam tilawah pertama kalinya di usia 8 tahun ini menceritakan kunci kesuksesannya dalam mengikuti MTQ yakni selalu memposisikan diri sama dengan peserta lainnya. Menurutnya setiap orang memiliki peluang juara, dan secara kemampuan, memang semua peserta kurang lebih sama. Sehingga membuat persaingan menjadi ketat.
“Alhamdulillah, Allah mengizinkan saya untuk menduduki peringkat teratas, tanpa kendala yang begitu berarti,” katanya.
Ditambahkannya, dalam mengikuti perlombaan tentunya rasa optimisme selalu ada namun dirinya tidak begitu risau soal menang dan kalah di kejuaraan.
“Yang saya inginkan hanya saya ingin berbuat yang terbaik untuk saya dan pihak yang saya wakili, dalam hal ini Provinsi Banten,” kata dia
Al Fath yang merupakan warga Cipondoh ini mengungkapkan, untuk menjadi qori terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi yakni pertama keiklasan, didukung dengan semangat belajar dan kesungguhan dalam melakukan yang terbaik.
“Kemudian juga harus memiliki rasa penasaran tinggi dan telinga yang selalu terbuka untuk nasihat dan saran, baik dari guru dan kyai maupun dari sesama peserta,” ungkapnya.
Dikatakannya karena perlombaan yang diikuti lebih banyak menekankan hafalan dan keilmuan meski juga ada andil suara di dalamnya, maka penting untuk rileks ketika waktu sudah mendekati waktu penampilan.
“Saat itulah kita percayakan proses yang sudah kita jalani selama pelatihan, dan kita serahkan semuanya kepada Allah. Juga, tidur yang cukup, jauhi makanan berminyak, dan agar tidak menganggu saat perlombaan terlebih dahulu ke kamar mandi sebelum berangkat tampil,” ucapnya.
Al Fath juga berpesan kepada generasi muda islami yang ingin menjadi Qori agar mempelajari Alquran dengan rajin dan tekun serta tetap menekuni hal-hal yang kita ahli di dalamnya. “Juara MTQ hanya bonus. Yang penting adalah Allah rida terhadap kita dan usaha kita,” tuturnya
Prestasi dan keikutsertaan Muhammad Al Fath Hibatul Wafi dalam berbagai ajang MTQ telah memberikan banyak pengalaman berkesan, di antaranya bertemu sesama pembaca atau penghafal Quran, belajar dari para guru dan kyai, dan mengunjungi tempat-tempat baru.
Tak hanya itu atas prestasinya meraih juara MTQ tingkat Nasional mengantarkannya direkomendasikan oleh Pemkot Tangerang sebagai petugas Haji daerah Provinsi Banten.
Dalam surat rekomendasi yang ditanda tangani oleh Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah pada Februari 2020 itu Al Fath salah satu dari lima petugas Haji daerah asal Kota Tangerang.
Namun dikarenakan pandemi Covid-19, keberangkatannya sebagai petugas haji daerah tertunda 2 tahun kemudian untuk haji tahun ini juga belum diberangkatkan karena menyesuaikan ketentuan yang berlaku.
“Ada perasaan sedih, tapi tetap berbaik sangka kepada Allah supaya nanti diberangkatkan dalam keadaan siap lahir batin, dengan izin Allah,” kata Al Fath yang menguasai tiga bahasa yakni Indonesia, Arab dan Inggris ini.(Adit)




























