Tangerang, KataKota –
Setiap tahunya pertumbuhan pertumbuhan toko ritel modern semakin menjamur di berbagai daerah di Nusantara. Menurut Direktur Bina Usaha Kementerian Perdagangan RI, Fetnayeti, saat ini ada 12 ribu bisnis waralaba dengan jumlah gerai mencapai 23 ribu di Indonesia.
Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Tim Kedai Yatim, membaca fenomena tersebut dan memutuskan menghadirkan waralaba yang tidak kapitalistik, pro-ekonomi kerakyatan, bernuansa ibadah dan kemanusiaan. Alhasil dibentuklah bisnis waralaba Kedai Yatim.
Kedai Yatim didirikan untuk mengembangkan bisnis ritel modern dengan melibatkan unsur ibadah yaitu melalui sedekah. Dikutip dari Republoka.co.id, dengan cara berbelanja di Kedai Yatim, pelanggan dan masyarakat selain memenuhi kebutuhan pokoknya sehari-hari, juga turut memiliki peran besar dalam membantu kehidupan tiga kaum, yakni anak-anak yatim piatu, kaum dhuafa, dan kaum difabel.
Presiden ACT Ahyudin mengatakan pahala yang tidak ada batasnya adalah sedekah. Bangsa ini bukan bangsa yang pelit, tapi bangsa yang peduli. Menurut dia, jaman sekarang kebiasaan bersedekah, harus dilakukan di setiap momentum, termasuk dalam aktivitas berbelanja.
“Kedai Yatim ada untuk memfasilitasi masyarakat berbelanja dengan nilai plus, yaitu ibadah. Sesuai dengan mottonya Belanja Anda, Sedekah Anda,” kata Ahyudin. (eq/KK)


























