Tangerang,Katakota.com- Hiburan grup musik dangdut Stereo Kendor (SK) yang sedianya bakal menghibur penggemarnya di Kelurahan Belendung Kecamatan Benda pada Sabtu (24/2) batal terlaksana. Sebab kegiatan tersebut ditolak oleh tokoh ulama MUI dan ormas setempat.
Diketahui Stereo Kendor memiliki penggemar yang tidak sedikit, tidak hanya dari wilayah Belendung namun penikmat dangdut dari luar daerah akan memadati dan menyaksikan idolanya itu.
Pecinta seni dan budaya Belendung Ubay Permana menyayangkan penolakan kegiatan yang telah dipersiapkan dengan matang itu, kegiatan pun terpaksa harus dibatalkan karena ditentang oleh beberapa tokoh masyarakat Belendung, tokoh ormas dan MUI Kecamatan Benda.
“Penolakan karena dianggap bertentangan dengan kultur dan budaya para leluhur dan pendahulu warga Belendung,” ujar Ubay yang juga tokoh pemuda setempat.
Alasan penolakan oleh beberapa tokoh dan ormas di Belendung atas pegelaran dangdut diakui lebih positif apabila membandingkannya dengan kegiatan keagamaan, seperti Pengajian, PHBI , Tabligh Akbar, dan lainnya.
“Tentu saja kegiatan keagamaan jauh lebih positif bahkan jauh lebih Mulia dari sekedar kegiatan hiburan Dangdut,” ucap Ubay
Namun demikian, penolakan oleh beberapa tokoh , MUI Kecamatan Benda dan ormas keagamaan terhadap hiburan Dangdut yang diselenggarakan oleh panitia dianggap saat ini kurang pas dan kurang tepat waktunya.
“Kondisi Belendung saat ini sedang kondusif dan tidak ada gejolak apapun. Para pemuda di Belendung tengah giat beraktivitas, diberbagai bidang baik di bidang agama, Budaya dan kesenian begitu maju berkembang, bahkan Tradisi para leluhur seperti Beksi sedang diangkat dan dipopulerkan kembali, kesenian Betawi, palang pintu, lenong , seni religi, Kasidah, Marawis, Hadroh , Teater bahkan Film dan para bintang nya warga Belendung mampu di garap oleh pemuda Belendung,” papar dia.
Ia menambahkan, penolakan hiburan Dangdut ini dikhawatirkan melukai dan menciderai perasaan dan hati Saudara-saudara kita yang tengah semangat dan terus bergeliat membangun dan mengembangkan seni dan budaya di Belendung.
Pagelaran dangdut yang diselenggarakan ini bukan event pertama di Belendung, sebelumnya berbagai jenis hiburan termasuk Dangdut pernah tampil di Belendung.
“Bahkan pernah pagelaran bersebelahan dengan salah satu Masjid di Belendung. Para Ulama, Kyai, Tokoh, Ormas keagamaan tidak pernah melarang ataupun menolak,” tuturnya.
Ia berharap penolakan hiburan Dangdut di Belendung tidak mengubur bakat dan minat para Pemuda yang sedang aktif dan giat membangun Seni dan Budaya serta Tradisi di Belendung.
“Panitia yang tengah kecewa agar berjiwa besar dan tetap menjaga persatuan dan kesatuan, ukhuwah islamiah, tetap takzim terhadap para Ulama, Kyai dan Para Tokoh sebagai cerminan masyarakat Belendung yang agamis,” tandasnya.(dit)


























