
Jakarta, Katakota.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menekankan agar pembangunan sektor kelistrikan berbasis EBT arus air laut digenjot terus. Ia menargetkan mampu membangun pembangkit listrik berkapasitas sekitar 3 ribu MW dari EBT.
Oleh karena itu, kini PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN mengaku tertarik mengembangkan sektor kelistrikan berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) yang memanfaatkan energi dari arus air laut.
Menurutnya, tarif listrik yang dihasilkan bisa hanya US$0,0718 per kWh atau jauh lebih rendah dibandingkan tarif listrik energi fosil yang masih di kisaran US$17 per kWh.
“Saya juga terkejut dengan harganya. Iya (kompetitif sekali),” ujar Direktur Pengadaan Strategis PLN Nicke Widyawati, Rabu (13/9).
Berdasarkan kajian tersebut, Nicke, dikutip dari cnnindonesia, menyatakan PLN siap mengecek dan bila memungkinkan ikut menerapkannya juga. Namun, Nicke masih enggan berbagi proyeksi lebih jauh.
Penerapan itu juga bisa memberikan sumber energi baru bagi pengadaan listrik guna mengejar target 35 ribu megawatt (MW) seusai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Nicke menyakini, tarif listrik rendah itu bisa membuat seluruh masyarakat dijangkau oleh listrik, sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat juga.
Penulis : Roy
Editor : Q

























