Tangerang, Katakota.com– Jaringan pembuat pil PCC di Cipondoh memiliki cara yang unik dalam mengelabui polisi saat pengiriman barang. Mereka mengaku barang tersebut adalah pakan ternak.
Hal tersebut disampaikan Kasat Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta Kompol Arief Ardiansyah di rumah pelaku kawasan Kavling DPR Kecamatan Cipondoh, pada Senin (6/8).
“Dia bilang ini pakan ternak, makanan burung, dari kargo ga curiga pas dicek x-ray kok bulat bulat lalu diperiksa dan dibawa ke Labfor dan diketahui PCC yang mengandung narkoba,” ujar Kompol Arief.
Ia menjelaskan dalam pengiriman yang menggunakan jasa ekspedisi untuk pengiriman ke Makasar itu berisikan 2 dus paket berisikan 17 plastik yang masing-masing berisikan 1000 butir pil PCC. Usai mengetahui kandungan dalam paket tersebut tim Resnarkoba langsung mengejar pelaku.
“Jaringan ini main di luar Tangerang, langsung ke Makasar Kendari ada juga Jawa Timur, kami mengamankan 10 pelaku yang perannya meliputi produksi, dan peracik,” ujarnya.

Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Viktor Tambunan mengungkapkan, pelaku TR pemilik rumah produksi mengaku sudah 3 bulan memproduksi pil PCC. Sebelumnya pelaku adalah pembuat jamu rumahan.
“Sejak membuat jamu dalam bentuk pil dilarang lalu ada tawaran membuat pcc maka ia mulai memproduksinya,” ujarnya.
Dalam sehari pelaku dapat memproduksi sebanyak 30 ribu butir pil pcc. Menurutnya dari 3 juta lebih pil yang diamankan menyelamatkan masyarakat dari pengaruh narkotika.
“Kalau satu orang konsumsi satu pil bisa 300 orang yang terdampak daya rusak narkoba jenis ini,” ucapnya.(Adit)


























