PMI Kota Tangerang Bekali Calon Relawan KSR dengan Keterampilan Kegawatdaruratan

6

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang menggelar pelatihan kegawatdaruratan bagi calon relawan Korps Sukarela (KSR) Universitas Yatsi Madani Tangerang.

Pelatihan yang berlangsung selama lima hari tersebut bertujuan membekali calon relawan dengan keterampilan pertolongan pertama serta kemampuan merespons kondisi darurat medis dan bencana.

Ketua PMI Kota Tangerang, Oman Jumansyah mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen PMI dalam memperkuat kapasitas relawan untuk menjalankan misi kemanusiaan, khususnya di wilayah Kota Tangerang.

“Pelatihan ini adalah bentuk komitmen kami dalam menjalankan misi kemanusiaan, khususnya di Kota Tangerang. Kami memberikan pembekalan agar para calon relawan memiliki kemampuan dalam memberikan penanganan kegawatdaruratan secara tanggap dan cepat,” ujar Oman, Sabtu (5/9/2026).

Menurut dia, kemampuan dasar dalam menangani kondisi darurat penting dimiliki calon relawan sebelum mereka terjun langsung dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Komandan KSR Universitas Yatsi Madani Siti Fitriyah mengatakan, materi pelatihan tidak hanya berfokus pada keterampilan pertolongan pertama.

Calon relawan juga mendapatkan pembekalan mengenai asesmen, perawatan keluarga, komunikasi kegawatdaruratan, hingga keterampilan penyelamatan di air atau water rescue.

“Kami menyusun pelatihan dasar (DIKSI) ini untuk membentuk karakter calon relawan yang siap memberikan perawatan yang diperlukan di lapangan, mulai dari lingkungan keluarga hingga merespons kondisi gawat darurat medis bila terjadi bencana di Kota Tangerang,” kata Siti.

Rangkaian pelatihan juga dilengkapi dengan simulasi penanganan kegawatdaruratan di Kali Bayur, Periuk, Kota Tangerang.

Simulasi tersebut dilakukan untuk menguji sekaligus mematangkan kesiapan calon relawan dalam menghadapi kondisi darurat di lapangan.

“Tidak hanya penyampaian materi di kelas, hari ini kami juga mengajak calon relawan untuk melakukan simulasi water rescue dan penyelamatan darurat di medan air secara langsung,” ujar Siti.

Melalui pelatihan tersebut, calon relawan diharapkan tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dalam memberikan pertolongan secara cepat dan tepat ketika menghadapi situasi kegawatdaruratan. (Agu)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.